Belajar Berjanji Dengan Hati

Hari ini ditahun ini aku mulai mencoba, mempertahankan arti sebuah cinta. Hampir dua tahun aku belajar, belajar untuk tidak mengikuti kata hati, berat emang terasa ketika kita berbuat tanpa didasari kata hati. Ditahun ini aku akan mencoba untuk berdiri menghadapi kemungkinan yang akan terjadi esok hari, perjalanan yang berat itu sudah pasti karena kini aku berdiri tanpa adanya disisi. Dia yang sempat tertanam dalam hati namun pada akhirnya dia terkubur dan tertutup dengan hati itu sendiri, hingga akhirnya tak terlihat dan tak lagi dikenal akan siapa dia yang sebenarnya. Sering hati ini berjanji namun sering kali mengingkari, cinta yang sempat tertanam dalam dada, kini akhirnya berguguran pula entahlah kemana dan entah apa masih tersisa atau tidak.
Semakin bertahan aku mencoba mencintainya namun semakin jelas pula nampak bahwa sungguh ia tak peduli lagi akan ketahanan hati ini. Semakin aku bersabar untuk memahami semakin nampak jelas pula bagaimana ia selalu menjauh dan pergi tanpa adanya kata yang pasti. Dikota ini aku sempat berdiri bersama mutiara hati yang selama ini dia kuanggap seabagai penyejuk mata hatiku.Kini disaaat aku akan pergi aku sendiri lagi tanpa ada yang peduli. Hari hari yang berat dan tak pasti akan tetap aku jalani dengan sebuah tekad diri. Tekad untuk tetap mempertahankan sebuah janji yang sudah tertanam dalam hati ini. Meski belum banyak aku belajar tentang hati namun aku akan tetap menjalani hidup ini dengan hati untuk selalu berusaha bisa mencintai, mengasihi dan menyayangi, semoga Allah tuhanku memberikan yang lebih baik dari semuanya tentang ini. Amien.
Belajar mencintai telah aku lakukan, bagaimana caranya dicampakan akupun telah merasakannya. Tidak ada yang mudah dalam belajar, tidak ada kesuksesan tanpa belajar dimana perlu adanya keseriusan yang tinggi dan terpokus jika menginginkan kesuksesan. Belajar hari ini,Saat ini merupakan bekal dihari nanti yang akan jauh berat dan penuh dengan onak dan duri . Begitu pula belajar dalam cinta , meski aku yakin bahwa tuhan telah mengatur semua ini dan belum memberikan kesempatan buat kita. Mungkin karena belajar kita belum serius dan tujuan kita dalam belajar itu sendiri dilakukan dengan sesuatu yang tak semestinya dilakukan oleh orang yang sedang belajar.
Hati merupakan anugrah ilahi yang tak tertandingi akan kehebatannya. Dan kedahsyatanya. Dimana ada hati disitulah ada ketenangan, kegundahan,dan juga sekaligus ada kesedihan dan penderitaan yang selalu menemani. Dengan hati orang bisa berbuat apa saja yang ia kehendaki meski sesekali apa yang ia lakukan tidak memiliki arti yang pasti. Belajar menguasai hati tak seindah dan semudah yang dibayangkan dan diucapkan kerena bisa jadi bukan kita yang menguasai hati tapi justru hatilah yang menguasai kita sehingga banyak hal yang kita korbankan yang justru seharusnya kita jaga dan pertahankan. Adapun ynag terjadi dari konsep diri adalah konskwensi yang mau tak mau harus dijalani dan dihadapi dikemudian hari. Sesak dan berat memang ketika kita membatasi hati, membatasi untuk mencintai, membatasi untuk orang yang kita cintai sehingga tak jarang banyak konsekwensi yang terjadi dari apa yang kita lakukan dengan pembatasan tersebut. Adakalanya orang terkasih mesara tak terperhatikan lagi dan merasa tak dicintainya lagi dan kesananya merasa teracuhkan atau malah dia menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh orang yang mencintainya adalah salah satu bentuk ketulusan untuk mencintai dan menyayanginya demi bisa mempersembahkan sesuatu yang lebih berarti dikemudian hari. Belajar mengisi hati adalah sangat penting namun belajar untuk bisa memahami lewat pemikiran adalah sesuatu yang harus dipertahankan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: