Makna Basmalah

Sejak dari kecil kita selalu diwanti-wanti oleh kedua orang tua kita selalu untuk membaca Basmalah sebelum melakukan suatu pekerjaan khususnya pekerjaan-pekerjaan rutin yang kita lakukan sehari-hari yang berkaitan langsung dengan pemanfa’atan rejeki yang telah diberikan Allah swt seperti makan dan minum, dan mungkin ucapan basmalah ini adalah kalimat yang paling sering kita ucapkan setiap harinya. Dan jika kita perhatikan dalam penulisan setiap surah dalam Al-Qur’an yang kita mungkin sering baca selalu didahului dengan Basmalah, bahkan pada surah pertama yang ladzim kita sebut Ummul Qur’an (Al-Fatihah), ayat pertamanyapun berlafadzkan Basmalah: “Bismillahirrahmanirrahim (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang)”. Mungkin pengucapkan basmalah ini telah menjadi suatu kebiasaan kita ketika memulai suatu pekerjaan, tapi pernahkah terpikir oleh kita apa sebenarnya makna dari pengucapan ini. Atau mungkin kita mengharapkan suatu kesuksesan ketika melakukan suatu pekerjaan dengan membaca basmalah tetapi malah hasilnya tidak sesuai dengan pengharapan kita. Lantas apa makna yang sebenarnya dari basmalah atau ini cuma tinggal ucapan ritual saja? Melihat esensialitas Basmalah ini dalam Al-Qur’an dimana begitu pentingnya kedudukan basmalah ini tentu ada makna yang lebih mendalam lagi dari sekedar pengucapan saja. Basmalah adalah merupakan ikrar dari seorang hamba dalam penyerahan dirinya bulat-bulat kepada Allah swt dalam segala aktivitasnya. Hanya Dialah yang akan melancarkan, terwujud atau tidak terwujudnya suatu pekerjaan yang kita lakukan. Tiada yang dapat terjadi tanpa seijinNya. Kita ini hanyalah media bagiNya. Basmalah juga merupaka suatu do’a dalri seorang hamba yang berharap aktivitas yang ia lakukan diridhoi Allah dan dilancarkan oleh Allah swt. Dan bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa Basmalah itu adalah wujud dari keingin-dekatannya seorang hamba dengan Penciptanya dengan pengharapan apa yang dikerjakannya ini akan selalu dilindungi oleh Allah, sehingga dia tidak hanya menterjemahkan Basmalah secara harfiah: “Dengan menyebut nama Allah…” tetapi diartikannya sebagai: “Aku bersamaMu ya Allah…dalam melakukan segala aktivitas kehidupan ku ini…”. Kemudian disusul dengan kata puji-pujian bagi Allah dengan menyebut dua sifat dominan dari Allah dari sifat-sifatNya yang lain, yakni Maha Pengasig dan Maha Penyayang (Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim). Didalam Al-Qur’an sering sekali kedua sifat ini disebut secara besamaan. Ar-Rahmaan (Maha Pengasih) bagi Allah sifatnya sangatlah universal dimana ditujukan untuk seluruh makhluk ciptaanNya, tanpa terkecuali dan merata diseluruh alam ini. Rasa kasih (rahmat) ini diberikan Allah swt kepada seluruh makhluknya di alam raya ini dengan tidak pandang bulu apakah dia itu muslim ataupun kafir, tua atau muda, bangsawan atau jelata dst semua mendapatkan rahmatnya Allah swt. Dan bahkan dalam suatu hadits Qudsi Allah swt pernah berfirman: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku” (HR Muslim). Tetapi lain halnya dengan rasa sayangnya Allah swt (Ar-Rahim), yang hanya diperuntukkan kepada hambaNya yang juga mempunyai rasa sayang terhadap Allah, yakni siapa yang paling tekun, paling gigih, paling berjibaku untuk mendekatkan diri kepadaNya dan menjalin hubungan baik (kasih sayang) terhadap sesamanya. Didalam Al-Qur’an Allah swt banyak sekali menganjurkan kita untuk bersikap kasih sayang terhadap sesama manusia, seperti disalah satu ayat berikut: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159). Semoga dengan menghayati makna Basmalah yang kita ucapkan sebelum melakukan setiap aktivitas kita ini, Allah swt akan dilancarkan segala aktivitas yang kita lakukan itu. Dan hendaknya segala aktivitas itu kita niatkan untuk mengharapkan keridho’anNya, dan kita serahkan kesuksesannya di tangan Sang Maha Rahmaan dan Maha Rahiim itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: