Ada Yang Tertinggal Disana

Wahai penyejuk mata hati,, telah kususuri jejak alur yang berliku.
Penuh rencah berduri, belukar hitam berderak, lumpur menutupi setiap tapak yang melekat.
Tak pernah kutolehkan pandangku ke belakang,
karena aku tak ingin menjadi ragu dan berbalik arah.

Jejak tlah tak terlihat. Alur tak berbekas. Semua jalanku menujumu tertutup rapat.
Tlah kumusnahkan semua tentangmu. Tentangmu, tentu, semua yang bisa terlihat di mataku.
Bertahun kucari hidupku, bertahun kutipu diriku, bertahun kuingkari hatiku, bertahun kujalani apa yang kusebut menebus dosaku padamu…

Tak pernah kumengerti jalan yang kini ada di hadapanku.
Mengapa semua berbalik arah menatapku?
Mengapa semua mengulurkan tangan meraihku ke dalam derainya?
Mengapa aku tak diizinkan menghilangkanmu?
Seperti aku telah menghilangkan yang lain.

Wahai penyejuk mata hati,
Mungkin kau sudah memahami semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah mendapat kebijaksanaan dan kerendah hatian untuk menerima semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah bisa melangkah menuju hidupmu yang baru.
Mungkin, …

Tapi aku masih tetap di sana.

Terpana tak berdaya
Kakiku berlari, sementara belenggu masa lalu masih terjuntai di dadaku.
Harapan, sejujurnya, aku sudah tak punya.
Ku sadar salahku padamu, ku sadar lukaku padamu, ku sadar perihku padamu, ku sadar ku tak pantas punya harapan.

Harapan tuk memilikimu

Karena hatimu

Takpernah terima hadirku

Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan, yang telah kutinggalkan tanpa hati. Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.

Wahai penyejuk mata hati,
Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama, selalu membuatku berlinang.

Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana.

akupun tak tau

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: