Ma’afku, Padamu

Wahai penyejuk mata hati,
perasaanmu setajam pedang
kala kau meradang, menatapku curiga
tak pernah kau percaya hatiku sudah milikmu

tak pernah kau percaya hatiku sudah memilihmu

tak pernah kau percaya hatiku sudah mencintaimu

tak pernah kau percaya hatiku sudah menyimpan namamu

tak pernah kau percaya hatiku sudah menyimpan hadirmu

Wahai penyejuk mata hati,

ku biarkan awan menyaput kelabu
sehingga ku bisa berlindung dibaliknya
sehingga ku bisa berlari darimu

Wahai penyejuk mata hati,

gelombang tinggi menghajar seluruh relung
perahu sobek terombang-ambing
mulai karam

Wahai penyejuk mata hati,
ku tatap dirimu
ku sadar
kau terlalu jauh tuk ku rengkuh,

sekarang, nanti dan selamanya

Wahai penyejuk mata hati,
dalammu bisa ku merasakan
hatimu tak pernah kembali untukku

namun kutahu itu pilihanmu

demi citamu

yang tak pernah kutahu

karena kau tak pernah memilihku

tuk menjadi sesuatu yang berharga bagimu

Wahai penyejuk mata hati,,
apa yang bisa kuperbuat sekarang
tak satupun,

Ku hanya bias diam, menangis

Akan goresan kepedihan

Yang selalu menemani
karena apapun takkan membuatmu kembali padaku
Kau sudah terlalu jauh

pergi menggapai cintamu itu

Wahai penyejuk mata hati,,

air mata ini hanya akan menjadi saksi

disaat kau tak lagi ada disisi
takkan kuulangi kesalahan yang lalu
segala kesemuan
kusudahi demi cita seorang bidadari hati

Wahai penyejuk mata hati,
rintikmu membasahiku
dengan tubuh basah berpeluh pedih
ku melangkah menerima takdirku

semoga takdirku adalah terbaik untukmu

dan smoga kebahagiaan selalu bersamamu

menemani hari hari sepimu

Wahai penyejuk mata hati,

Ku slalu berangan melayang

Pernikahanmu, Penderitaanku

Kepergianmu, kepedihanku

Kehilanganmu adalah tangisku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: