Mengapa Seperti Ini

Apa rencanaMu, Wahai penyejuk mata hatiku ?
Kuterjerembab dalam lubang
Yang kugali sendiri
Bermain rasa dan biarkan meraja

Tidak mengerti makna,
Apakah ini akhir penderitaan
Atau awal kehancuran
Sungguh tidak kumengerti

Masih terasa sembilu menusuk di dada
Masih membekas airmata
Masih terkoyak
Masih kerap tersedu

Aku hilang rasa
Hilang raga tuk mencinta
Hilang rupa tuk menyapa
Hilang melayang tuk mengenang

Bintang tertutup awan
Tak tentu arahkan kemudi
Mana yang dituju
Mana yang diharap

Walau harus menjadi puing
Kalau memang harus dilewati
Aku tak perduli
Pasti kan kujalani

Demi kebahagiaan sang permata hati

Yang kini ia telah memilih yang lain

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: