Perjalananku

Samudera lepas di hadapanku
luas, tiada bertepi
Wahai penyejuk mata hatiku

Betapa cintaku padamu
lebih luas daripada samudera itu…

Karang tegar tak bergeming
dihempas deru ombak
Wahai penyejuk mata hatiku

batinku
Betapa cintaku padamu
lebih kukuh daripada karang itu…

Wahai penyejuk mata hatiku , entah kenapa kupilih jalan ini
jalan penuh kerikil tajam
kerap mengoyak kakiku, darah mengalir
kuhapus luka itu, dan terus berjalan

Apa yang kau cari, Wahai penyejuk mata hatiku ?
Ku tengadah pada suara itu,
Ku mencari cinta putih seperti salju
Yang lebih luas daripada samudera
Yang lebih kukuh daripada karang

Kau ‘kan menempuh perjalanan panjang, Wahai penyejuk mata hatiku!
Ku mencari-cari suara itu
Ku ‘
kan tempuh jalan itu, sahutku

Kau akan jatuh tersandung, Wahai penyejuk mata hatiku !
Ku ‘kan bangkit lagi
dan akan terus berjalan sampai kutemui cintaku

Airmatamu akan tumpah, Wahai penyejuk mata hatiku !
Ku terduduk, letih
Walau airmataku harus kering karena luka hati dan luka diri
ku ‘kan terus mencari…

Wahai penyejuk mata hatiku, …airmataku tak pernah kering
Lukaku tak pernah terobati sampai kau datang,
dengan cinta
yang lebih luas dari samudera
yang lebih kukuh dari karang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: