Tentang Aku ( Sekilas Perjalanan Masa Kecil )

Dengan takdir Tuhan, disebuah perkebunan Cengkeh, Panawangan ( Ciamis ) Selasa Pahing, 10 Afril 1984 Aku dilahirkan. Dana bin Oyo Wikaryo bin Surya itu nama ayahku sedang ibuku bernama Warsih binti Julaiha binti Uu Eming.
Pada Awalnya kedua orangtuaku memberi nama Wahidin, alhamdulillah nama yang bagus,artinya agama yang satu. Namun entah apa sejarahnya namaku diganti menjadi Endin Sahidin, seiring berjalannya waktu nama itupun berganti lagi.menjadi Endin Surya Solehudin kini orang menyebutnya.Meski jujur saja nama itu pemberianku sendiri waktu dikelas enam Sekolah Dasar catur wulan ketiga waktu itu, hal itu tiada lain demi masa depanku juga , begitu guru-guruku bilang, dan alhamdulillah nama itu diterima oleh semua kalangan termasuk kedua orang tuaku sendiri.
Endin berarti akhir dari sebuah perjalanan ( Bahasa Inggris : kurang huruf G )
Surya berarti sumber kehidupan dunia ( Bahasa Sansakerta & Ilmu )
Solehudin berarti keseimbangan / perdamaian dalam suatu agama ( Bahasa Arab )
Kedua orang tua asliku adalah orang sunda asli.Dari garis ayah, kakekku dan buyutku Surya adalah seorang juragan besar pada zamannya.Beliau ( Buyutku ) seorang pengusaha yang ta’at beribadah dan dalam berpenampilan selalu memakai jas berbalut kopiah hitam plus berdasi sehingga mirip seorang pejabat Negara, begitu pula Kakekku tak jauh beda seperti buyutku.Pada awalnya ayahkupun seperti mereka namun hanya akhir saja yang berbeda ( ma’af nggak bisa aku bahas ).Sejak usiaku kurang dari dua tahun sampai usia dua belas tahunan, aku hidup dan dibesarkan oleh kakekku dengan berbagai sebab dan alasan ( ma’af nggak bisa aku bahas juga ).
Jujur saja dari garis bapak aku kecipratan darah komunis.Dimana kakekku waktu itu adalah seorang tokoh komunis meski beliau juga sekaligus tokoh masyarakat yang disegani dan dihormati…so…sedikit banyaknya aku mengetahui faham komunis itu yang sebenarnya. Dari tujuh bersaudara hanya kakekkulah yang beraliran komunis hingga ketika terjadi penumpasan G30SPKI, sehingga menurut cerita kakek pernah diseret dan dipenjara pada masa itu dan yang lebih ironis kakek dijebloskan kepenjara oleh saudara saudaranya sendiri. Namun seiring berjalannya waktu Kakekupun bertobat dan keluar dari paham komunis dan alhamdulillah sampai tahun wafatnya ( 2002 ) beliau wafat dalam keadaan iman dan islam….semoga Allah merahmati kakekku…Amien…
Kemudian sejak akhir kelas enam SD dan sejak awal SLTP hingga tamat, aku tinggal bersama kedua orang tua asuhku/Ibu waliku di Banjarsari.Mereka telah menganggap aku sebagai anaknya dan begitupun aku sebaliknya telah menganggap mereka sebagai kedua orang tuaku bahkan telah kuanggap melebihi kedua orang tua asliku sendiri.
Sejak bangku Tsanawiyah Pesantren Benda ( Diniyah Wustha, namanya ) hingga Tamat Aliyah dan Mu’allimien serta sampai Kuliah sekarang …( 2007 ) aku tinggal bersama kakak angkatku yang pertama di Tasikmalaya, entah sampai kapan akupun tak tahu tapi yang pasti aku akan kembali ke Banjarsari tuk mengabdi kepada kedua orang tua asuhku…mungkin hingga mereka tak ada lagi didunia….Insya Allah……Subhanallah ternyata rencana Allah lebih berkuasa dimana kini (diakhir tahun 2009) ternyata aku tidak bersama mereka lagi, aku lebih memilih untuk belajar membina diri, belajar untuk mandiri dan belajar untuk tidak menjadi benalu bagi diri sendir. Kini aku belajar untuk menjalani hidup ini dengan sendiri meski kini..dihati ini ada niat untuk menyempurnakan setengah agama dengan sang pilihan hati…semoga ia lebih mencintaiku sebagaimana aku mencintai Allah sebagai pemilik cinta yang abadi nan hakiki..Amien..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: