MTs Roboh: Visi (Tasikmalaya) Religius Islami ??

Sungguh sangat ironis ketika sebuah kota Tasikmalaya yang dikenal dengan kota santrinya yang memiliki visi yang hebat ternyata hanyalah sebuah teori dan janji manis belaka, bagaimana tidak visi religius islami yang diusung ternyata tidak sesuai dengan realita yang ada.sebagai contoh perzinahan,KKN,Hukum yang carut marut menambah rekord paling buruk kota dan Kabupaten seJawa Barat ini.Tidak hanya itu,ada sebuah madrasah diantara ratusan madrasah yang ambruk akibat kelalaian pemerintah kota yaitu sebuah MTs Al-Huda…

Siswa Mts Al-Huda Terpaksa Belajar Ditenda Akibat robohnya bangunan ruang kelas Mts Al-Huda pada hari Jumat, maka para siswanya terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di bawah tenda. Hal ini dilakukan dengan terpaksa agar mereka tidak ketinggalan pelajaran meskipun tidak lagi memiliki ruang belajar. Hal ini diungkapkan oleh Mia Rosmiatin, guru kelas di sekolahan tersebut, Selain melaksanakan proses belajar dibawah tenda yang berwarna biru, para siswa juga ada yang menggunakan masjid sebagai ruang kelas. Karena ketiadaan ruangan lagi yang bisa digunakan sebagai kegiatan belajar sehingga dengan terpakssa menggunakan tempat sholat. “kami terpaksa mengistiraahatkan anak-anak saat masuk waktu sholat duhur, karena tempatnya akan dipakai untuk sholat berjamaah,” ujar Mia sesaat setelah mengajar anak didiknya. Ide untuk menempatkan para siswa di bawah tenda dan dimasjid karena tidak ada lokasi lain untuk dijadikan ruangan kelas. Disamping itu, didirikannya tenda untuk kegiatan belajar dan masjid karena jarak anatara ruang guru dan temapt mengajar tidak jauh. Hal ini akan emmpermudah para guru untuk lebih efektif melakukan kegiatan mengajar, karena satu oarang guru juga mengajar disemua kelas. “Jika jaraknya berjauhan, maka bagaimana jika seorang guru yang telah mengajar kelas satu akan mengajar kelas dua padahal jaraknya jauh. Hal ini juga untuk mengefektifkan proses belajar mengajar,” tegas Mia, yang juga mengajar dikelas satu sampai kelas tiga. Hingga hari ini, pihak Yayasan Al-Huda yang mendirikan sekolah MTs Al-Huda belum menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun Departemen Agama Tasikmalaya. Hanya untuk untuk membantu para siswa yang menjadi korban yang menerima bantuan. Untuk yang korman luka berat diberi bantuan Rp. 1.000.000 dan yang hanya luka ringan dikasih Rp. 500.000. Namun untuk yang tidak mengalami cedera tidak mendapatkan bantuan dari Pemda tasikmalaya. Ketua Yayasan Al-Huda saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak tahu harus berbuat apa untuk membangun sekolahan yang ambruk tersebut. Karena pihaknya tidak mempunyai anggfaran yang cukup untuk membangun kembali. Kalaupun ada hanya untuk mengganti genteng yang sudah pecah. “kami hanya bisa berharap kepada Pemda maupun Depag untuk membangun kembali karena kami tidsak punya anggaran untuk membangun kembali,” ungkap Abdul Thohir. Sementara itu pihak pemerintah daerah Tasikmalaya mengatakan bahwa pihaknya terlebih dulu akan membahas persoalan tersebut. Karena pihaknya harus mempertimbangkan bahwa dianggaran pembangunan sekolah, MTs Al-Huda tidak termasuk didalamnya. Disamping itu Mts Al-Huda berada dibawah pengawasan Depag Tasikmalaya. Menurut Subarna, anggota DPRD dari Komisi II bahwa pihaknya telah membahas persoalan tersebut dengan para anggota di komisi II. Mereka sepakat untuk meminta eksekutif mengeluarkan dana taktis dari anggaran tak tersangka untuk membangun segera sekolahan tersebut. Pihaknya juga telah membuat nota komisi dan asegera akan disampaikan ke eksekutif untuk mempercepat proses pembangunan sekolah. “Kami akan segera merundingkan terelebih dulu termasuk usulan dari DPRD mengenai penggunaan anggaran dari pos dana tak tersangka,” ujar Wawan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah daerah Tasikmalaya. Sementara itu dikabupaten Tasikmalaya masih banyak sekolah dalam kondisi rusak berat yang harus segera diperbaiki. Dari data yang diambil dari Dinas Pendidikan Kabupaten tasikmalaya, 2.638 ruang kelas SD yang harus segera direnovasi. Untuk SMP ada 186 ruang kelas rusak berat dan SMA/SMK ada 31 ruang kelas. Hingga tahun 2007, pihak dinas pendidikan baru mampu memperbaiki sekitar 206 ruang kelas dan penambahan 6 ruang kelas baru untuk SD/MI. Sementara untuk SMP/MTs baru terealisasi 70 ruangan kelas. Rencananya pada tahun tahun kedepan, Disdik akan melakukan renovasi pada 134 sekolah. Adapun anggaran yang digunakan berasal dari APBD I, APBD II dan DAK 92 sekolah. Menurut A. Kodir, Kabid Prasarana Dinas pendidikan Kabupaten Tasikmalaya bahwa pihak Depag untuk ikut memperhatikan sekoilah yang berada dibawah pengawasannya. Seperti halnya yang didirikan oleh sebuah yayasan, haruslah selalu dikontrol sehingga kejadian serupa tidaka akan terjadi. “Kita kan hanya melakukan rwenovasi pada sekolah yang berada dibawah pengawasan kita. Jadi Depag harus perhitungkan apakah sekolah yayasan tersebut layak untuk mendirikan sekolahan, jangan asal memberikan ijin saja,” tegas Kodir dikantornya. MTs Al-Huda yang didirikan oleh yayasan Al-Huda pada tahun 1991 memiliki empat ruangan. Tiga ruang digunakan untuk ruang belajar mengajar dan satu ruang digunakan untuk kantor guru. Pada hari Jumat (31/03) tahun lalu sekitar jam 09.30 wib tiba-tiba atap kelasnya ambruk dan menimpa anak yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. Dari 32 siswa yang tertimpa, 10 diantaranya mengalami cidera dan harus dibawa kepuskesmas terdekat. Namun 4 siswa yang cidera pagi harinya dirujuk ke RSUD tasikmalaya karena mengalami cidera yang cukup parah. Mereka yang dirujuk adalah Keempat siswa tersebut adalah Desi Ratnasari, dengan luka lebam dipunggung dan mengalami shock. Hingga kini Desi masih pendiam dan takut sendirian di dalam rumah. Abud Rustandi terpaksa tidak bisa mengunyah makanan karena mengalami sobek dibagian mulut. Abud terkena hantaman dinding kelas saat berusaha untuk keluar dari kelas. Tika Kartika mengalami lebam dipipi kanan dan tangan yang sobek karena paku. Serta Sandy Muharam yang terpaksa digunduli kepalanya karena ada luka dibagian kepala

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: