MODEL KOOPERATIP MENCARI PASANGAN DAN KEPALA BERNOMOR SERTA DESKRIPSI MATERI PADA SUB ZAKAT FITRAH DAN MAL

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kerangka Pemikiran
E. Hipotesis
F. Langkah-langkah Penelitian
BAB II : TINJAUAN TEORITIS MODEL KOOPERATIP MENCARI PASANGAN DAN KEPALA BERNOMOR SERTA DESKRIPSI MATERI PADA SUB ZAKAT FITRAH DAN MAL.
A. Konsep Model Kooperatip Mencari Pasangan
B. Konsep Model Kooperatip Kepala Bernomor
C. Perbedaan Model Kooperatip Mencari Pasangan Dengan Kepala Bernomor
D. Deskripsi Materi PAI Pada Sub Zakat fitrah Dan mal
BAB III : REALITAS HASH, PEMBELAJARAN MODEL
KOOPERATIP MENCARI PASANGAN DAN KEPALA
BERNOMOR SERTA PERBEDAAN BASEL
PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN MODEL
KOOPERATIP MENCARI PASANGAN DENGAN
KEPALA BERNOMOR DALAM PAI DI SMP PASUNDAN
TASIKMALAYA.
A. Kondisi Objektif
B. Realitas Hasil Pembelajaran Model Kooperatip Mencari Pasangan
C. Realitas Hasil Pembelajaran Model Kooperatip Kepala Bernomor
D. Perbedaan Hasil Pembelajaran Yang Menggunakan Mode Kooperatip Mencari Pasangan Dengan Kepala Bernomor
BAB 4 : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia pendidikan sedang mengalami krisis, perubahan-penibahan yang cepat di luar pendidikan menjadi tantangan-tantangan yang haras dijawab oleh dunia pendidikan. Jika praktik-praktik pengajaran dan pendidikan di Indonesia tidak dirubah, bangsa Indonesia akan ketinggalan oleh negara-negara lain.
Pada abad 21 ini, praktik-praktik pembelajaran dan pendidikan di sekolah-sekolah perlu diperbaharui. Peranan dunia pendidikan dalam mempersiapkan anak didik agar optimal dalam kehidupan bermasyarakat, maka proses dan model pembelajaran perlu terus diperbaharui.
Upaya pembaharuan proses tersebut, terletak pada tanggung jawab guru, bagaimana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh anak didik secara benar. Dengan demikian, proses pembelajaran ditentukan sampai sejauh guru dapat menggunakan metode dan model pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran itu banyak macamnya, setiap model pembelajaran sangat ditentukan oleh tujuan pembelajaran dan kemampuan guru dalam mengelola proses pengajaran.
Kenyataan dilapangan masih banyak siswa beranggapan bahwa PAI merupakan pelajaran yang sulit, ditambah bahan ajar tidak dimiliki siswa. Hal ini berdampak pada hasil belajar PAI yang kurang memuaskan. Salah satu kesulitan dalam proses pembelajaran adalah siswa merasa kesulitan dan kurang memahami materi pelajaran. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang monoton sehingga siswa kurang tertarik dalam pelajaran PAI dan banyak siswa merasa jenuh dan mengabaikan pelajaran PAI khususnya pada sub zakat fitrah dan mal.
Realitas dilapangan model pembelajaran kooperatip belum banyak digunakan di sekolah. Model pembelajaran kooperatip dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan melalui metode tersebut siswa merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir.
Berdasarkan latar belakang penulisan di atas, maka model pembelajaran kooperatip, dapat dimanfaatkan dan memungkinkan guru dapat mengelola kelas dengan lebih efektif dan memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Karena luasnya permasalahan maka akan diambil penelitian ini difokuskan pada model mencari pasangan dan kepala bernomor dalam PAI terutama pada masalah zakat mal.
B. Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
a. Bagaimana hasil proses pembelajaran model pembelajaran kooperatip mencari pasangan (make a match) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya ?
b. Bagaimana hasil proses pembelajaran model pembelajaran kooperatip kepala bernomor (numbered heads together) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya ?
c. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatip mencari pasangan (make a match) dengan kepala bernomor (numbered heads together) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya ?.
C. Tujuan Penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui hasil proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif mencari pasangan (make a match) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya.
b. Untuk mengetahui hasil proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif kepala bernomor (numbered heads together) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya.
c. Untuk mengetahui perbedaan hasil proses pembelajaran antara siswa yang menggunakan model kooperatif mencari pasangan (make a match) dengan kepala bernomor (numbered heads together) dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan Tasikmalaya..
D. Kerangka Pemikiran.
Kebanyakan guru tidak mau menerapkan sistem kerjasama di dalam kelas karena beberapa alasan. Alasan yang utama adalah kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka ditempatkan dalam grup. Selain itu, banyak orang yang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerjasama atau belajar dalam kelompok. Banyak siswa juga kurang senang disuruh bekerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun merasa bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai, siswa yang tekun juga merasa temannya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka.
Kesan negatif mengenai kegiatan bekerja/belajar anggota kelomppk menghilangkan karakteristik atau keunikan pribadi karena hams menyesuaikan diri dengan kelompok. Tidak semua kerja kelompok bisa dianggap sama dengan model pembelajaran kooperatif. Kooperatif memang dibutuhkan proses yang melibatkan niat dan kiat (will and skill) para anggota kelompok.
Para siswa harus mempunyai niat untuk bekerja sama dengan yang lainnya dalam kegiatan belajar kooperatif yang akan saling menguntungkan. Selain niat, siswa juga harus menguasai kiat-kiat berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.
Model pembelajaran mencari pasangan (make a match) dan kepala bernomor (numbered heads together) merupakan model pembelajaran kooperatif. Dimana teknik yang terkandung didalamnya bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat, selain itu teknik yang terdapat didalamnya juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Model pembelajaran tersebut bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.
E. Hipotesis
Ho : Tidak terdapat perbedaan hasil pembelajaran siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif mencari pasangan (make a match) dengan kepala bernomor (numbered heads together).
Ha : Terdapat perbedaan hasil pembelajaran siswa yang diajar menggutiakan model pembelajaran kooperatif mencari pasangan (make a match) dengan kepala bernomor (numbered heads together).
F. Langkah-langkah Penelitian.
1. Jenis Data.
Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan penelitian di atas, jenis data dalam penelitian ini adalah kuantitatip, karena terdapat konsep yang menjadi fokus penelitian yaitu model kooperatip mencari pasangan dan kepala bernomor dan hasil pembelajaran. Selain itu dalam penelitian ini juga peneliti ingin mengetahui perbedaan hasil pembelajaran antara yang menggunakan model kooperatip mencari pasangan dengan menggunakan model kooperatip kepala bernomor, dalam PAI pada sub zakat fitrah dan mal di SMP Pasundan.
2. Sumber Data.
Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Pasundan Tasikmalaya sebanyak 2 rombongan belajar (2 kelas) dengan jumlah siswa 71 orang. Untuk menentukan kelas mana yang pembelajarannya menggunakan model make a match (mencari pasangan) dan kelas mana yang menggunakan model numbered heads together (kepala bernomor) dilakukan secara acak, dengan undian.
Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
1. Ke dalam gelas pertama dimasukkan gulungan kertas sebanyak 2 buah yang masing-masing berisi tulisan kelas VIIIA dan VIIIB.
2. Ke dalam gelas kedua dimasukkan gulungan kertas sebanyak 2 buah yang masing-masing berisi tulisan model pembelajaran make a match (mencari pasangan) dengan model pembelajaran numbered heads together (kepala bernomor).
3. Kedua gelas dikocok secara bersama-sama. Pada pengocokan pertama keluar kelas VIII A, dan gelas kedua keluar perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran make a match (mencari pasangan). Maka kelas VEU A pembelajarannya menggunakan model make a match (mencari pasangan) dan kelas VIII B pembelajarannya menggunakan model numbered heads together (kepala bernomor).
3. Pengumpulan Data.
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini digunakan 2 teknik, yaitu:
a. Teknik Tes. Tes yang akan digunakan adalah tes tertulis berupa ulangan harian bentuk pilihan ganda dengan 4 option setelah pelaksanaan proses belajar mengajar.
b. Teknik Observasi. Observasi langsung akan dilaksanakan oleh penulis dari pengumpulan data keadaan sekolah sampai pelaksanaan pembelajaran untuk mengamati situasi dan kondisi pada saat pembelajaran berlangsung.
4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data.
Data dari hasil post test baik dari perlakuan model pembelajaran kooperatip mencari pasangan (make a match), ataupun kepala bernomor (numbered heads together) dibuat data skor hasil belajar, lalu data skor tersebut dikelompokkan dalam daftar frekuensi, kemudian dibuat histogram dan poligonnya. Setelah itu, untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran yang menggunakan model kooperatip mencari pasangan (make a match) dengan kepala bernomor (numbered heads together) dilakukan analis data dengan menggunakan uji t.
Menurut Edi Hermawan (2003 : 96) uji statistika yang lazim digunakan untuk menganalisis data dua sampel yang berhubungan dengan selisih skor-skor. Selisih skor dapat diperoleh dari dua skor masing-masing dari anggota yang berpasangan itu, atau dari dua skor milik setiap subjek di bawah dua kondisi yang berlainan. Uji t menunjukan bahwa selisih skor-skor ini berdistribusi normal dan independen dalam populasi yang merupakan asal-usul sampel, dan uji t ini menuntut digunakannya pengukuran yang setidak-tidaknya dengan skala interval.
Untuk menggunakan teknik analisis data tersebut maka persyaratan yang harus dipenuhi adalah mengetahui normalitas sebaran data dan homogenitas kedua varians. 1). Uji Normalitas.
Untuk menguji kenormalan data digunakan uji normalitas ( uji x2) Hipotesis yang diuji adalah:
Ho : Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Ha : Data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.
Kaidah hipotesis yang digunakan : tolak Ho jika X2hitung> X2t Dengan rumus :

Dimana = taraf nyata.
= derajat kebebasan (dk = k-3)
= banyak kelas interval

2). Uji Homogenitas.
Untuk mengetahui apakah kedua varians data hasil tes belajar tersebut homogen atau tidak, dilakukan uji F maximum.
Hipotesis yang diuji adalah:
Ho : o A2 = o B2 = kedua varians homogen.
Ha : oA2 = oB2 = kedua varians tidak homogen.
Kaidah pengujian hipotesis yang digunakan :tolak Ho jika F Dengan rumus :

F = Varians terbesar
Varians terkecil

F =
Setelah itu dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t
Hipotesis yang akan diuji adalah:
Ho : Tidak terdapat perbedaan hasil pembelajaran siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatip mencari pasangan (make a match) dengan kepala beraomor (numbered heads together)
Ha: Terdapat perbedaan hasil pembelajaran siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatip mencari pasangan

DAFTAR PUSTAKA
Arikutno, Suharsimi. (2002) Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. (1996). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Lie, Anita. (2005) Memperaktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang kelas. Jakarta: Grasindo.
Nurgiyantoro, Burhan. (1995). Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: EPFE Yogyakarta.
Sagala, Syaiful. (2005). Konsep dan makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. (2005). Penilaian Hasil Proses belajar Mengajar, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Surya, Moch. (1992). Psikologi Pendidikan, Bandung : IKIP Bandung.
Sutikno, M Sobry. (2004). Model Pembelajaran Interaksi sosial, Pembelajaran Efektif dan retroika. Mataram : NTP Pres Mataram.
Usman, Uzer. (2000). Menjadi Guru Profesional Bandung:. PT. Remaja Rosdakarya. Drs. Z. Aryandi., Materi Pendidkan Agama Islam, penerbit Kosangka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: