Al-Jihad

Kata al-jihad di dalam Al-Qur’an terulang sekitar tiga puluh kali. Kata al-jihad berasal dari kata juhd atau jahd. Juhd berarti mengeluarkan tenaga, usaha atau kekuatan dan jahd berarti kesungguhan dalam bekerja. Oleh karena itu, secara semantik, kata al-jihad berarti mengerahkan tenaga dan kemampuan.

Komunitas masyarakat Islam menganggap jihad dalam Islam hanyalah perang. Bahkan kaum orientalis melukiskan jihad adalah penyerangan yang dilancarkan pasukan bersorban, berjanggut lebat, bermata garang dengan senjata terhunus yang siap memenggal leher siapa saja yang menghalangi kehendaknya.

Sesungguhnya ‘perang’ hanyalah salah satu dari beberapa pengertian jihad, dalam pengertian Imam Raqib Al-Isfahani, terhadap musuh nyata, atau menurut Ibnu Qoyyim, jihad terhadap orang-orang kafir dan munafik. ‘Perang’ dalam hal ini dapat merupakan pengertian khusus dari al-jihad yang mempunyai pengertian umum. Pengertian khusus dari kata jihad, yaitu perang, menurut Muhammad Izzah Darwazah (ahli ilmu Al-Qur’an), di dalam Al-Qur’an memang lebih banyak digunakan dari pada pengertian umum. Jihad dalam pengertian khusus ini biasanya diikuti oleh anak kalimat fi sabilillah (di jalan Allah).

Dalam Terminologi Fikih

Ulama Madzhab Hanafi berpendapat bahwa jihad adalah dakwah kepada agama Islam dan perang melawan orang yang tidak menerima dakwah itu, baik dengan harta maupun dengan jiwa.

Ibnu Manzur berkata jihad adalah berusaha dan menghabiskan segala daya kekuatan secara maksimal, baik berupa perkataan maupun perbuatan.

Ibnu Taimiyah mengartikan jihad itu pada hakikatnya ialah berusaha bersungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridloi Allah dari keimanan, amal shaleh dan menolak sesuatu yang dimurkai Allah dari kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan.

Adapun menurut Sayyid Sabiq jihad berarti meluangkan segala usaha dan berupaya sekuat tenaga serta menanggung segala kesulitan di dalam memerangi musuh dan menahan agresinya.

Ahmad Muhammad Al-Hufy (ahli fikih asal Mesir) mengartikan jihad dengan berperang di jalan Allah swt yang diwajibkan oleh syarak dalam rangka menghadapi orang yang memusuhi agama atau untuk mempertahankan tanah air kaum muslimin dari musuh-musuh Islam. Tanah air kaum muslimin dalam istilah fikih disebut dengan Darul Aman (negeri damai) atau Darul Islam.

Jihad/perang Modern

Di masa modern ini, kebencian kuffar terhadap segala atribut Islam semakin tampak. Dengan konsep ‘menghalalkan berbagai cara yang penting tujuan utama tercapai’ mereka melancarkan penyerangan-penyerangan ke dalam tubuh lawan. Muslimin telah lama menjadi target sasaran mereka yang akan disesatkan dan paling tidak dijauhkan dari pemahaman dinnya. Maka melalui penyusupan di segala bidang kemanusiaan mereka bergerak perlahan-lahan sehingga penyerangan mereka tak disadari oleh muslimin. Inilah perang modern. Perang modern bukan saja dengan senjata konvensional atau yang berlapis baja melainkan juga dengan senjata kimia maupun senjata ‘maya’, pemikiran dan doktrin-doktrin sesat. Perang yang dikembangkan kaum kuffar ini telah jelas digambarkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 217:

وَلاَ يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوْا.

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekufuran) sekiranya mereka mampu.”

Dan firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 120:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ اْليَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ.

“Orang-orang Yahudi dan Nashara tak akan pernah ridla darimu sampai engkau mengikuti ajaran mereka.”

Dua ayat ini menunjukkan bahwa mereka akan tetap melancarkan ajaran-ajaran sesat kepada muslimin dengan berbagai cara dan di segala bidang yang penting tujuannya tercapai.

Mereka menyusup dan bergerak di bidang-bidang yang dapat merusak, menyesatkan dan menjauhkan muslimin dari nilai-nilai islami yang haqiqi. Mulai bidang intelejen, sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan sampai media massa dan sebagainya. Misalnya dalam bidang kebudayaan, mereka mengeksploitasikan pakaian-pakaian mini, swimsuit, tang-top, bikini dan seabreg busana pemicu adrenalin yang dapat mempengaruhi dan merusak generasi muda Islam. Begitu pula telah banyak ditawarkan kepada mereka narkotika, mulai pil koplo, BK sampai kelas pink XTC. Targetnya, menjauhkan muslimin dari nilai-nilai islami.

Dengan konsep dan cara seperti ini kaum kuffar berkeyakinan bahwa perang qitaal (fisik) tidak perlu dilakukan apabila tujuan sudah dapat dicapai dengan perang non qitaal. Artinya, objek/sasaran ‘tembak’ sudah dapat ditaklukkan/’terluka’ dengan perang non qitaal.

Islam Menolak Islam Melawan

Muslimin sudah saatnya sadar dan saling menyadarkan bahwa perang modern yang dilancarkan kaum kuffar semakin brutal dan tak ada henti-hentinya. (Al-Baqarah: 120 & 217)

Dalam hal ini, Allah swt telah memerintahkan muslimin untuk melakukan perlawanan dan penjagaan di setiap bidang yang dapat menjadi celah masuknya invasi-invasi musuh:

فَإِذَا انْسَلَخَ اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوْا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوْا وَأَقَامُوْا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.

“Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana pun kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat serta menunaikan zakat maka berilah kebebasan kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 5)

Begitu pula firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 200:

يَاآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian serta tetaplah bersiap-siaga kemudian bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”

Muslimin diperintah untuk menghadapi dan memerangi musyrikin di mana saja mereka didapatkan. Menangkap, mengepung dan melakukan penjagaan di setiap tempat penjagaan harus dilakukan untuk mencegah penyerangan mereka di setiap arah, bagian atau bidang apapun juga yang memang ada kemungkinan mereka melakukan penyerangan itu. Bersiap-siaga adalah eksistensi ini semua.

Adanya ‘perang’ dengan tujuan pemurtadan yang disebutkan dalam ayat 217 surat Al-Baqarah itu sudah merupakan kenyataan. Maka penjagaan pada setiap bidang penjagaan seperti disuruhkan dalam ayat lain (QS. At-Taubah: 5) juga merupakan keharusan. Pengepungan dan penjagaan itu merupakan bagian dari yang pokok dan puncak, yakni qitaal.

Jihad Sepanjang Masa

Menilik, melihat dan memperhatikan penyerangan-penyerangan yang digencarkan barisan kuffar terhadap muslimin di seluruh aspek kehidupan tanpa henti-hentinya (QS. Al-Baqarah: 120 & 217) serta mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, akan tetapi jihad dan niat. Dan apabila kalian diperintah untuk berangkat maka berangkatlah!”

Maka amalan jihad, bertahan, melawan dan menyerang kaum kuffar di seluruh bidang tidak hanya berlaku di zaman para Nabi dan tidak pula hanya dilaksanakan di masa para sahabat saja, akan tetapi amalan jihad dalam rangka membela dan menegakkan kalimat Allah harus tetap berlaku dan dilaksanakan di sepanjang masa. Selagi masih ada orang beriman, masih ada yang kena kewajiban berjihad. Selagi masih ada orang kafir, masih ada kewajiban bagi muslimin untuk berjihad di jalan Allah. Tak terkecuali di era globalisasi seperti sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: