KewajibanBer-I’dad dalam Jihad

Jihad adalah kewajiban setiap muslim pada zaman ini. Setiap kali disebutkan kata jihad secara mutlak maka maknanya adalah perang. Jihad mustahil terlaksana tanpa ada persiapan terlebih dahulu. Dan ulama telah sepakat bahwa “Kalau ada suatu hal wajib yang tidak sempurna tanpa adanya suatu hal lain, maka hal lain tersebut juga wajib.” Oleh karena itu maka persiapan-persiapan untuk berjihad hukumnya WAJIB seperti hukum jihad itu sendiri. Allah swt. berfirman: “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka.” (Al-Anfal [8] : 60)

Ayat ini dengan jelas menyebutkan sebuah perintah agar muslimin mengadakan persiapan-persiapan jihadiy, dalam bentuk apapun, semampu mereka! (bukan semau mereka). Rasulullah saw. juga bersabda setelah menyebutkan ayat ini: “Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar! Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar! Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar!” (HR. Muslim)

Oleh karena itu maka muslimin wajib menyiapkan persenjataan dan segala kebutuhan perang, di manapun mereka berada. Mereka juga harus mempersiapkan pasukan-pasukan yang akan diterjunkan ke medan laga. Tentara-tentara itu tidak hanya berlatih cara bertahan atas serangan musuh, tapi juga berlatih cara-cara tempur lainnya, seperti menyerang perbatasan, menghancurkan benteng maupun cara-cara bertempur di segala medan pertempuran. Muslimin seharusnya juga mempunyai pabrik-pabrik yang memproduksi senjata dan alat-alat perang yang ada di bumi ini. Hal ini (menurut syaikh Al-Jazairi) harus lebih dipentingkan dari sandang-pangan-papan (tempat tinggal).

Lebih jauh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menyatakan bahwa:

“Kalau ada kebijakan wajib militer, maka setiap pemuda yang menginjak usia 18 tahun wajib mengikutinya selama 11/2 tahun. Sehingga dia bisa mempelajari segala bidan peperangan (funun al-harb) dan pertempuran dengan baik. Sehingga dia akan selalu siap untuk berjihad kapanpun dibutuhkan… 1

Setiap orang yang hendak pergi berjihad harus mempersiapkan fisiknya. Perang pada zaman kita kebanyakan berupa perang gerilya dan perang kota. Karenanya, maka ketangkasan fisik seorang mujahid sangat diperlukan untuk meringankan dan mempercepat misinya. Dengan ketangkasan fisik yang terlatih, seorang mujahid tidak akan menjadi beban atas orang lain. Selain itu, orang yang telah terlatih ketangkasan fisiknya akan selalu siap untuk terjun ke kancah pertempuran. Sehingga kita semua tahu bahwa latihan ketangkasan fisik adalah perkara yang sangat urgen bagi para calon mujahid…

Berlatih mengoperasikan senjata (apapun) juga penting dalam persiapan jihad, baik teoritis maupun praktik. Sungguh aneh orang yang ingin berjihad melawan musuh di medan perang tapi tidak tahu bagaimana memegang senjata! Setiap orang yang mampu untuk belajar menembak namun tidak mempelajarinya, maka ia telah berdosa karena telah meninggalkan apa yang Allah wajibkan. Demikian pula renang dan berkuda. Renang merupakan suatu sarana ketangkasan terpenting yang menguatkan badan, sedang keterampilan berkuda akan selalu dibutuhkan sepanjang zaman… dan di manapun! 2

Setiap mujahid juga harus menyiapkan mental agar tidak down ketika harus meninggalkan orang-orang dan segala sesuatu yang dicintai, atau bahkan kehilangan nyawanya sendiri. Mental seorang mujahid juga harus disiapkan untuk menghadapi teror selama masa interogasi (kalau tertawan…). Karena (meski tak seorang pun memimpikannya) seseorang yang sebelumnya sangat tegas bisa berbalik 180O karena tidak tahan terhadap teror dalam penjara…, atau silau terhadap kehidupan yang ditawarkan oleh musuh (na’udzubillah). Selain itu seorang mujahid juga harus mempunyai bekalan ilmu-ilmu syar’i agar bisa membedakan antara kawan dan lawan, karena interogasi tidak selalu dikerjakan oleh seorang sipir ganas; interogasi terkadang juga dilakukan oleh seorang santun yang mengaku masih beriman. Ini merupakan siasat musuh yang harus difahami mujahid manapun. 3

Akhirnya, mujahid-mujahid yang telah dibekali/berbekal dengan persiapan-persiapan matang akan menjadi tentara-tentara pilihan, tentara-tentara andalan… garang di medan, teguh hadapi cobaan… karena itu, bagaimanapun caranya, apapun bentuknya, persiapan harus selalu ada!!!

1. Telaah Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, bab 5: Mu’amalat, pasal 1 : Jihad, hal. 280-281, madah 4 : fi wujub al-I’dad li al-Jihad.

2. Telaah ‘39 Cara…’ (ed Ind.) karya Syaikh Muhammad bin Ahmad As-Salim, hal. 123-140.

3. Telaah ‘Mereka Mujahid tapi…’ (ed ind.) karya Syaikh Al-Maqdese.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: