LATAR BELAKANG DAN TUJUAN JIHAD

Dalam berdakwah seseorang tidak akan begitu saja berjalan mulus dalam misi dakwahnya dan langsung diterima oleh manusia pada umumnya. Seorang dai yang benar-benar menyeru manusia kepada Aqidah Islamiyah dan berasaskan Millah Ibrahim, mau tidak mau akan menemui duri yang menghambat dakwahnya. Ini merupakan tabiat jalan dakwah yang dilalui oleh nabi-nabi terdahulu termasuk juga nabi Muhammad saw. serta para sahabat beliau.

Pro dan kontra adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Begitulah respon manusia terhadap dakwah Islamiyah ini. Dari kalangan mereka ada yang memberikan respon positif terhadap dakwah Islamiyah, artinya mereka pro atau setuju dan mau menerima sepenuhnya secara terbuka dan ada juga yang hanya sebagian.

Di satu sisi ada yang memberikan respon negatif terhadap dakwah Islamiyah yaitu mereka yang kontra atau menolak serta tidak mau menerimanya. Lebih parah lagi ada yang menentang keras adanya dakwah Islamiyah. Bahkan terkadang mereka juga selalu berusaha menghentikan laju dakwah Islamiyah ini. Belum puas dengan itu mereka akan mencoba menghancurkan gerakan dakwah ini serta menumpas habis para pengikutnya termasuk para dainya. Dan inilah realita yang terjadi sejak zaman para nabi terdahulu hingga sekarang.

Hal ini menjadi kendala dalam kelancaran laju dakwah Islamiyah. Islam tidak akan mudah tersebar kalau orang-orang itu masih bercokol di muka bumi ini. Daulah Islamiyah tidak akan tegak dan Aqidah Islamiyah tidak akan tertanam dalam diri tiap manusia kalau orang-orang macam mereka masih tetap berusaha menghentikannya. Inilah latar belakang yang memunculkan sebuah gerakan untuk menopang serta menyokong dakwah Islamiyah agar tetap melaju mulus di atas asas Millah Ibrahim yaitu Al-Jihad.

Dengan kata lain Jihad adalah sebuah gerakan untuk membasmi segala sesuatu yang menghalangi kelangsungan dakwah Islamiyah. Jadi jelas bahwa tujuan jihad bukan untuk main-main atau hal yang sia-sia belaka. Hal-hal yang menghambat atau menghalangi dakwah di zaman sekarang ini tidak hanya muncul dari kalangan orang-orang yang terang-terangan mengaku sebagai golongan kafir, tapi juga muncul dari kalangan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai pemeluk agama Islam. Mereka semua adalah musuh yang harus diberantas, meskipun mereka menggunakan nama Islam untuk menjustifikasi sikap permusuhan mereka terhadap dakwah islamiyah. Aksi mereka biasanya berupa penyebaran ajaran-ajaran sesat dan mengklaim bahwa ajaran itu datang dari agama Islam. Inilah fakta hingga hari ini. Ketahuilah bahwa orang-orang seperti inilah sebenar-benar musuh Islam.

“Mereka itu adalah musuh maka waspadailah mereka. Mudah-mudahan Allah melaknat mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa dipalingkan (dari jalan yang benar).” (Qs. Al-Munafiqun : 4)

Usaha thaghut dan para antek-anteknya untuk menghambat dakwah tidak hanya berupa sikap penentangan mereka terhadap dakwah islamiyah secara langsung, tetapi terkadang juga dalam bentuk menghalangi manusia untuk mendengarkan dakwah ini. Salah satu metode yang mereka pakai adalah penyebaran doktrin-doktrin untuk menolak ajaran Islam yang benar. Karena itulah jihad disyariátkan untuk menghilangkan orang-orang itu demi kelangsungan dakwah yang mulia ini.

URGENSI I’DAD

Jihad bukan sesuatu pekerjaan yang mudah. Tidak semua orang dapat masuk barisan para mujahidin di medan-medan pertempuran. Hanya orang-orang yang benar-benar siap berjihad membela agama Allahlah yang bisa berbaris bersama para mujahidin. Karenanya sebelum ikut jihad seseorang diharuskan melakukan I’dad (persiapan), baik I’dad fisik maupun mental.

Tujuan I’dad adalah untuk mencetak seorang mujahid sejati yang siap tempur di medan perang kapan saja. Karena para ulama telah membuat kriteria-kriteria tersendiri sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk terjun ke medan jihad. Kuat fisik dan mental yang didasari iman adalah kriteria terpokok. Kriteria ini mustahil dimiliki muhahid kecuali apabila terlebih dahulu ia melakukan I’dad.

HUKUM JIHAD

Ulama bersepakat bahwa jihad hukumnya fardlu kifayah. Namun, jihad bisa menjadi fardlu ‘ain dalam salah satu kondisi di bawah ini. Tidak ada seorang pun yang diberi keringanan untuk meninggalkan jihad pada kondisi-kondisi itu kecuali karena udzur syaríe. (Lihat Q.S. At-Taubah: …)

a. Apabila amir/pemimpin menyuruh untuk berangkat jihad. Dalam kondisi ini setiap orang yang diperintah oleh amir wajib berjihad. Termasuk bab ini, orang yang punya keahlian tertentu yang dibutuhkan dalam jihad, sementara yang lainnya tidak memilikinya.

b. Apabila Amir terjun langsung ke medan perang. Semua orang muslim wajib ikut bersamanya, kecuali para wanita.

c. Apabila musuh telah meyerbu dan menduduki tanah air muslimin.

d. Apabila bertemu musuh di medan perang. Setiap orang yang menemui kondisi seperti ini harus berperang dan tidak boleh mundur.

Saat ini para thaghut kafir telah menguasai negeri-negeri muslimin dalam wujud memberlakukan sistem dan undang-undang jahiliyah atas mereka. Maka, tidak ragu lagi hukum jihad di negeri-negeri itu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita sesuai dengan kemampuan masing-masing. Meninggalkan jihad pada hari ini berdosa kecuali karena udzur syaríe.

Di antara udzur syar’ie adalah apabila seorang dalam keadaan lemah yang sama sekali tidak memungkinkan untuk mengadakan perlawanan dengan hasil positif terhadap para thoghut itu. Walaupun demikian muslimin tetap harus melakukan I’dad untuk menghasilkan sebuah kekuatan. Apabila kekuatan kaum muslimin telah terbentuk dalam batas minimal yang masuk akal, jihad tidak boleh ditunda lagi. Sebab, hanya jihadlah yang mampu membuat nasib kaum muslimin menjadi lebih baik dan melepaskan mereka dari cengkeraman para thoghut durjana itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: