Propaganda Perang

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 22, 2008

Pada saat perang, sesuatu yang umum bagi musuh untuk menyebarkan propaganda dan dengan cara membenarkan agresi mereka.

Sayangnya, selain realitas inii, adalah sangat mengecewakan melihat banyak orang yang disebut Muslim menjadi tertipu oleh propaganda musuh melawan Mujahidin dan aktifis Islam.

Musuh-musuh Islam ingin kita percaya bahwa orang-orang yang menyerukan penerapan Negara Islam, melaksanakan Syari’ah dan Jihad melawan ‘salibis’ adalah perbuatan yang sadis, haus darah, tidak berperikemanusiaan, dan tidak memperhatikan kehidupan dan kemakmuran ummat manusia.

Mereka mengklaim bahwa Mujahidin di Iraq, Afghanistan dan di lain tempat secara sengaja menargetkan wanita dan anak-anak, dan mendatangkan malapetaka di muka bumi, menghancurkan sekolah, rumah sakit, jembatan, gedung-gedung dan jalanan. Klaim ini juga terdengar dari Muslim sekuler, Ulama sesat dan orang-orang Syi’ah.

Setiap orang, dewasa atau anak-anak, mengetahui bahwa terlarang dalam Islam untuk secara sengaja membunuh wanita (bukan petarung, atau tentara wanita) dan anak-anak, lalu bagaimana bisa Mujahidin – yang dewasa, melaksanakan Islam, mengabaikan ini ?

Ini adalah perkara mendasar untuk merealisasikan bahwa aturan berkaitan dengan Jihad ofensif tidak bisa berlaku dalam jihad defensif pada masa fitnah besar, ketika Muslim berperang untuk mempertahankan kehormatan mereka, melindungi kesucian mereka dan mengusir aggressor.

Ini merupakan hal yang penting untuk diakui bahwa orang-orang yang hidup dalam negeri yang sedang berperang tidak bisa hidup seperi biasa dan membayangkan pergi kerja atau sekolah ketika ada konflik sengit antara dua tentara besar di sepanjang jalan dalam negeri yang luas.

Mujahidin di Iraq, Afghanistan telah mendeklarasikan bahwa mereka akan menargetkan ‘salibis’ (Amerika dan koalisinya) dan kaki tangan mereka – dari mata-mata, jurnalis, misionaris Kristen, orang-orang Syi’ah, polisi nasional dan pasukan keamanan. Selanjutnya bukan menjadi keinginan seorang ‘warga sipil’ untuk berada di antara orang-orang seperti itu, berjalan melewati sebuah pasar yang penuh dengan orang-orang Syi’ah atau menaiki sebuah bus yang membawa pegawai polisi. Sayangnya, peristiwa seperti ini dimanfaatkan oleh media untuk mengklaim Mujahidin telah menargetkan rakyat atau warga sipil.

Musuh-musuh bahkan berusaha untuk membungkam orang-orang yang bisa secara rasional dan tegas membenarkan serangan melawan aggressor sebenarnya dengan berlindung pada hukum dan mengancam dengan penjara.

Seseorang seharusnya tidak mempercayai segala sesuatu yang mereka pelajari dari media atau dari orang sekuler yang hidup dengan demokrasi.

Wallahu’alam bis showab!

http://almuhajirun.com/index.php?option=com_content&task=view&id=220&Itemid=27

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: