Kumunafikan, Musuh Dalam Selimut

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 22, 2008

Salah satu yang berperan untuk merusak dalam perang antara haq dan batil, perang antara Islam dan kufur adalah orang-orang yang mengklaim sebagai muslim dalam rangka untuk menghancurkan muslim dan umat muslim dari dalam. Spesifiknya ketika musuh-musuh tersebut memainkan peranan mereka dari dalam umat muslim karena mereka lebih berbahaya daripada musuh yang bersifat terbuka yang memang musuh (yaitu orang-orang kafir).

Apapun tekanan atau kekuatan dari orang-orang kafir atau dari komplotan mereka tidak pernah menyebabkan kerusakan terhadap kita seperti kerusakan yang berasal dari musuh yang berada dari dalam umat Islam. Sangat penting untuk memperhatikan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan kepada kita tentang bahaya mematikan dari musuh ini. Musuh yang tidak dapat ditahan dengan benteng pertahanan, yang berada dihadapan umat muslim, akan tetapi mereka berada di belakang benteng kita yang dengan mudah bisa menghancurkan kita.

Mereka datang kepada kita dengan nama dien atau mencoba untuk mengidentitaskan sama dengan kita dengan nama nasionalisme atau kesukuan, dengan nama aliran-aliran tersebut dan dengan nama persaudaraan muslim. Orang-orang tersebut menyebabkan kerusakan bagi kita dari dalam tubuh umat. Mereka dapat memberikan serangan terhadap budaya Islam dan identitas Islam, mereka dapat menghancurkan setiap bibit kebaikan dalam umat.

Nifaq Akbar adalah salah satu hal yang menyebabkan keluarnya seseorang dari Islam. Adapun Nifaq Ashgar tidak sampai menjadikan seorang kafir akan tetapi memiliki beberapa sifat dari kemunafikan. Kita lihat bagaimana musuh yang tidak dapat menyerang kita dengan berhadapan secara langsung (face to face). Itulah mengapa mereka selalu mencoba menyerang kita dari dalam, yaitu melalui orang-orang munafiq, yaitu orang yang secara publik menyatakan keislamannya akan tetapi dari sisi dalam atau dalam pribadi kehidupannya secara fakta ia adalah kafir.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah menghindari thaghut itu. Dan syaiton bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS.An Nisaa’ ,4:60 )

Ada beberapa tanda-tanda kuat (besar) dari orang munafik dan tanda-tanda lainnya: Bagaimanapun pertanyaan yang sering muncul adalah apa yang seharusnya kita lakukan terhadap mereka bagaimana kita memperlakukan mereka ?

1.

Kita seharusnya mengekspos mereka dan menjauh dari mereka

Baraa’ terhadap mereka. Kita seharusnya tidak memperbanyak jumlah mereka, Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata :”Kami beriman “; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu Katakanlah ( kepada mereka ) :” Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” ( QS.Ali Imran(3) : 118-119 )

Kamu seharusnya bersikap keras melawan mereka, membenci mereka, menyatakan permusuhan terhadap mereka, menjauhi mereka dan menyatakan bahwa mereka salah.

Orang-orang munafiq adalah musuh kita yang terburuk dan sangat berbahaya, kita harus waspada terhadap mereka dan senantiasa melindungi ummat dari ancaman bahaya yang berasal dari mereka, mereka adalah pengkhianat, orang yang sewaktu-waktu akan berkhianat terhadap kita jika ada kesempatan, kita harus menumbangkan kejahatan mereka yang pertama, kita harus meninggalkan mereka dan aqidah sekuler mereka; kita harus tidak bersekutu/ berteman dengan mereka dan berada dalam organisasi mereka, kita harus menahan diri untuk bekerjasama dengan mereka dan dalam acara penguburan mereka.

Mereka adalah orang-orang yang memakai pakaian yang bagus dan tampak sebagai seorang yang sukses, mereka akan memperlihatkan kekayaan mereka dan kepandaian bicara mereka. Mereka akan memerintahkan kepada perbuatan yang buruk seperti pergulan bebas, asuransi, penggadaian, voting untuk hukum buatan manusia, dan berpartisipasi politik dan mereka akan menggunakan samaran bahkan dengan topeng “Islam”.

Mereka akan melarang kamu untuk berbuat baik, mereka akan melarang Da’wah dan menyalahkan Da’i, mereka akan menyerang jihad dan melabeli para Mujahid. Mereka akan merayakan dan menyatakan kegembiraan ketika para da’i dan para mujahid ditahan.

Sesungguhnya pemandangan-pemandangan tersebut sering kita jumpai, kita ingat pengajaran dari apa yang dilakukan orang-orang kafir seperti peristiwa kolaborasi mereka dengan orang-orang kafir untuk menyerang dan melanggar (kehormatan) rumah Allah di Finsbury Park (London), kita masih ingat bagaimana mereka bergembira ketika Syeikh Abu Hamza, Syeikh Abu Qatadah, Syeikh Faisal dan juga banyak ulama lainnya yang ditahan, kita lihat bagaimana mereka memerintahkan ummat muslim untuk voting bagi partai-partai kufur dalam pemilu dan bahkan mengancam orang-orang yang menolak untuk voting dengan dosa.

Musuh-musuh dari dalam tersebut harus kita waspadai, kita harus membentengi diri dari mereka dan kita harus memboikot mereka dan memberikan peringatan kepada ummat atas bahaya mereka sebelum mereka menyerang kita dengan serangan yang besar seperti yang terjadi di masa lalu kepada ummat muslim.

Ya Allah ! Lindungilah kami dari nifaq dan orang-orang munafiq

Janganlah berkata kepada mereka dengan perkataan “saudara” atau “akhi”, katakana kepada mereka dengan perkataan “Munafiq!” jangan berkata kepada mereka dengan panggilan “Boss”, akan tetapi rendahkanlah mereka.

“ Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.” ( QS.An Nisaa’ ,4:105 )

Janganlah duduk bersama dengan mereka, janganlah bekerjasama dengan mereka, janganlah mendukung mereka atau memiliki kecenderungan terhadap mereka.

Perhatian Bagi orang-orang Munafiq

Dia bukanlah mukmin sejati. Dia adalah seseorang yang tidak memiliki kehormatan, tidak memiliki karomah, tidak memiliki respek apapun namanya, dia adalah seseorang yang sangat berbahaya yang melawan umat muslim. Allah swt menggambarkan mereka dalam banyak ayat bahwa, “mereka adalah musuh yang nyata.” Allah swt. tidak mengatakan bahwa mereka adalah asisten dari musuh, tidak juga mengatakan bahwa mereka orang-orang yang berada di antara musuh, lebih dari itu Allah swt mengatakan bahwa mereka adalah musuh. Mereka berpikir bahwa mereka dapat menipu Allah swt dan orang-orang yang beriman, padahal sebenarnya mereka hanya menipu diri mereka sendiri. Allah swt berfirman :

“Mereka hendak menipu Allah swt dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS Al Baqarah(2) : 9).

Pertanyaan yang muncul, bagaimana kita bersikap terhadap mereka ? Khususnya ketika mereka menampakkan keislamannya sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah menghukumi setiap orang hanya dengan apa yang nampak. Perbuatan yang nampak dari orang-orang munafik adalah Islam, itulah mengapa mereka menjadi musuh yang sangat sulit untuk ditemukan.

Kita mengetahui bahwa mereka berada di neraka yang paling bawah akan tetapi bagaimana kita dapat mengenal mereka ? Bagaimana kita bersikap terhadap mereka ? Kita mengetahui bahwa kerusakan besar yang menimpa umat Islam di masa lalu selalu disebabkan oleh tangan-tangan orang munafiq, mereka adalah mayoritas perusak dalam negara Islam. Bahkan di masa Muhammad saw pun dan juga di masa Abu Bakar As Shidiq ra.

Di Masa Muhammad saw

Kita bisa melihat bagaimana penderitaan dan kerusakan yang mereka sebabkan atas umat ini. Kita bisa melihat pada masa Rasulullah Muhammad saw orang-orang munafiq aktif menyebabkan kerusakan atas umat muslim, mereka bahkan mendirikan sebuah masjid untuk menimpakan bahaya dan perpecahan umat muslim; mirip yang terjadi seperti saat ini. Kita melihat semua masjid-masjid dijadikan pos-pos untuk memata-matai umat muslim, untuk memecah belah mereka, untuk mempromosikan kekufuran dan kesyirikan serta menolak jihad dan syariah. Bahkan bangunan-bangunan yang disebut masjid tersebut syarat dengan hukum-hukum kufur yang mereka pegang, memata-matai umat muslim dan melaporkan siapa saja yang dicurigai kepada orang-orang kafir.

Di Masa Abu Bakar ra

Pada masa Abu Bakar ra, walaupun periode kekuasaannya sangat singkat sebagai khilafah, hukumnya sempat dirasakan oleh orang-orang munafiq, orang yang keluar untuk memberontak melawan khilafah.

Secara tiba-tiba mereka (orang-orang munafiq) tidak mau membayar zakat dan Abu Bakar memperlakukan mereka secara keras dan tidak meninggalkan ruangan bagi mereka untuk bernafas. Pada masa Rasullulah Muhammad saw, orang-orang munafiq sangat cemas/takut dan menyembunyikan tindakan mereka dan mengekspos mereka. Dalam surat At Taubah, Allah swt berfirman :

“Orang-orang yang munafiq itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka : ‘teruskan ejekan-ejekanmu (tehadap Allah dan Rasulnya)’ Sesunggguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.” (QS At Taubah(9) : 64).

Itulah mengapa mereka menampakkannya pada masa Abu Bakar. Mereka menampakkannya karena mengetahui bahwa tidak akan ada lagi ayat-ayat yang turun (yang menerangkan dan mengekspos kemunafikan mereka). Jadi mereka menjadi berani dalam kekufurannya.

Kita harus mempelajari dan belajar kembali tentang apa yang Abu Bakar As Shidiq lakukan. Ketika mereka mulai menyatakan niatannya (orang-orang munafik keluar dan berkata) dengan perkataan : “kami tidak mau membayar zakat lagi sebab kami membayar zakat hanya kepada Rasul”. Abu Bakar melihat penyimpangan mereka yang menyebar luas kemana-mana dan dia (Abu Bakar) berkata : ”Demi Allah, saya akan memerangi siapa saja yang tidak menegakkan sholat dan zakat.”

Beliau (Abu Bakar) memerangi mereka di seluruh Jazirah Arab. Beliau mengambil kehidupan mereka, kekayaan mereka dan orang mereka. Beliau membunuh ribuan orang dari mereka dan mengambil kekayaan mereka dan keluarga mereka sebagai rampasan perang hingga mereka dibebaskan dan hingga mereka menyatakan bahwa kematian diantara mereka semua adalah mati jahiliyah dan masuk neraka.

Di Masa Umar Ibn Khattab

Pada masa Al Faruq, orang-orang munafiq mencoba lagi untuk menghancurkan umat muslim dari dalam. Salah seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Lu’lu’a dan kaumnya datang kepada Umar dan menyatakan bahwa dia ingin memeluk Islam. Abu Lu’lu’a (relaitanya penyembah api) dan 2 orang lainnya menyatakan memeluk Islam kepada Umar Ibn Khattab, kemudian mereka mengkhianati Umar dan menikamnya dari belakang ketika Beliau sedang Shalat Fajr (Subuh).

Di Masa Utsman Ibn Affan Dan Ali Ibn Abi Thalib

rang-orang munafik adalah musuh dari dalam. Mereka gagal melawan Rasulullah saw, mereka mencoba melawan Abu Bakar akan tetapi gagal, mereka membunuh Umar Ibn Khattab dan pada masa Utsman mereka datang lagi. Mereka bergerak dimana-mana dalam sebuah organisasi yang baru, mereka mengatur pemeliharaan organisasi tersebut yang sebelumnya belum pernah mereka atur. Mereka mengikuti Abdullah Ibn Saba’ dan Ibnu Sauda’. Mereka mulai menyebarkan fitnah dan tanpa rasa malu dan takut, mereka secara publik mendeklarasikan bahwa Utsman telah berbuat salah, mereka menyebarkan kepalsuan dan kebohongan.

Orang-orang (munafiq) pada masa itu sama persis seperti apa yang kita dengan saat ini dari mereka. Itu disebakan karena kita tidak mengetahui bahwa mereka adalah orang munafiq. Oleh karena mereka bersuara dan dan kelihatan begitu mengagumkan. Mereka telah mermbunuh Utsman Ibn Affan ra dan darah Utsman tersebar dimana-mana bahkan sampai membasahi mushaf Utsman. Mereka orang-orang munafiq mentarget untuk menjangkau khalifah, orang yang memiliki pengaruh penting tehadap umat, orang yang wajib kita lindungi. Mereka menjangkaunya dari dalam umat muslim dan bahkan telah membuka pintu fitnah yang belum bisa dihentikan hingga saat ini.

Pada periode fitnah terjadi, orang-orang bertanya : “Siapa yang telah membunuh Utsman ?” Mereka ingin menghukum pembunuhnya. Mereka bahkan mengambil ceceran darah di baju Utsman sambil bertanya : ”Siapa pembunuh Utsman ?” Di antara mereka adalah Mua’awiyah Ibn Abu Sufyan, dia menjabat sebagai wali pada saat itu. Dia merasa sebagai wali dari Utsman karena masih keluarga dekat Utsman. Beberapa sahabat pergi dengan Mu’awiyah untuk mencari pembunuh Utsman, dia menyatakan Baraa’ atas pembunuh Utsman dan mengatakan bahwa mereka seharusnya menunggu sampai mereka menemukan pembunuhnya. Ini adalah fitnah yang disebabkan oleh orang-orang munafiq. Sahabat besar Rasul pun tidak selamat dari fitnah tersebut, bahkan juga mengenai Umar Ibn Khattab, Aisyah, Ali, Mu’awiyah (semoga Allah meridloi mereka semua).

Dalam periode fitnah ini semua sahabat yang haq dihasut oleh orang-orang munafiq akan tetapi Ali lebih dekat kepada haq. Ali berkata kepada Hasan, “Ayahmu berharap mati beberapa tahun yang lalu (sebelum terjadi fitnah)” Hasan berkata : “Kamu menggunakannya untuk melarangku untuk mengatakan sesuatu.” Beliau menjawab, “Saya tidak tahu tentang itu, buanglah jauh-jauh.”

Anda lihat bukan, betapa beratnya kerusakan yang disebabkan musuh dari dalam ummat ini ???

Di Masa Setelah Khulafa

Bahkan setelah masa khulafa, orang-orang munafik tidak dapat ditahan lagi, Ibnu Katsir meriwayatkan tentang orang-orang munafik.

Al Musta’sim Billah memiliki para pembantu (menteri) yang disebut Al Alqami. Ibn Al Alqami adalah seorang yang munafiq, Raafidi Ithna ‘ashari (orang-orang musyrik dari syi’ah memfitnah sahabat). Dia melakukan penyimpangan yang sangat besar tetapi dia menunjukkan kepada orang-orang bahwa dia adalah seorang laki-laki yang menegakkan sholat dan seorang yang sholeh. Dia adalah seorang yang menulis surat kepada Hulaqu (seorang raja dari orang-orang kafir). Dia menulis kepadanya : “saya membantumu untuk menaklukkan seluruh daerah Bahgdad dengan syarat kamu meruntuhkan khilafah umat muslim.”

Tidak seperti Allawi saat ini, mereka membantu orang-orang kafir untuk masuk ke negeri-negeri muslim guna memerangi orang-orang muslim. Kita melihat Raafidhah-taa’ifatu Syirki (sebuah golongan yang syirik, politeisme), orang-orang tersebut melakukan perzinahan dan kawin Mu’tah (pernikahan secara temporal). 99% dari apa yang mereka katakan adalah bohong dan 1% adalah Taqiyah (bentuk lain kebohongan dan kemunafikan, berkata dengan lisan apa yang tidak diimani dalam hati).

Setelah itu, Hulaqu datang ke Bahgdad untuk membantu musuh dari dalam. Orang-orang kafir masuk dan membunuh khalifah dan juga membunuh banyak kaum muslimin. Ibn Al Alqami berpikir bahwa dengan mengijinkan dan membantu orang-orang kafir unruk melakukan (pembunuhan) maka mereka dapat membersihkan sunni di Iraq dan menegakkan Negara Syi’ah, Negara Raafidi, dll. Dia berkomplot dan merencanakan melawan umat muslim. Dia menemui Khalifah dan menasehatinya untuk membebaskan 15.000 tentara pasukan. Dia menyatakan bahwa pembiayaan tentara sejumlah itu membutuhkan biaya yang tinggi, jadi tidak perlu untuk mempertahankan mereka. Dia terus berusaha membujuk Khalifah sampai kahalifah menyetujui sarannya untuk mengijinkan tentara pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah beberapa bulan Ibn Al Aqami kembali dan menyarankannya untuk membebaskan 20.000 tentara dan sekali lagi Khlaifah dengan bodoh mengambil/menuruti sarannya. Hal yang terburuk lagi yaitu Ibn Al Aqami secara pribadi memilih pejuang-pejuan (tentara) terbaik dan mengambil senjata-senjata mereka pula dari mereka serta memulangkannya.

20.000 tentara yang dia bebaskan setara dengan sejuta tentara Tar-Tar, sebab mereka berani dan siap untuk berperang. Ibn Al Aqami membebaskan lebih banyak tentara lagi hingga hanya tertinggal 10.000 orang laki-laki yang tersisa. Sekali lagi dia menyempurnakan konspirasinya. Dia menulis kepada Hulaqu dan menginformasikan kepadanya bagaimana keadaan Baghdad sekarang yang hanya memiliki tentara yang tidak lebih dari 10.000. Dia menginstruksikan kepadanya untuk datang dari arah utara Baghdad dan dia akan membagi tentara ke penjuru Selatan dan Timur.

Seperti Syi’ah di Baghdad saat ini, orang-orang munafiq di Iraq menginstruksikan kepada AS tentang bagaimana cara untuk masuk Iraq dan mengambil alih (menguasai) Iraq. Serupa dengan bangsa Tar-Tar yang datang dengan 300.000 tentara melawan 10.000 tentara umat Islam. Walau pun keadaan merugikan umat Islam, peperangan dilakukan secara ikhlas dan keras oleh umat muslim. Mereka berusaha untuk menangkap dan membunuh orang-orang kafir, sampai-sampai Ibn Al Aqami berpikir bagaimana Hulaqu bisa mengalahkan kaum muslimin. Dia berkata kepada mereka untuk memotong jalan air dan membuat banjir area tersebut untuk menghentikan para mujahidin dengan membuat lumpur yang dalam. Ibn Al Aqami adalah salah seorang pengkhianat yang menggunakan segala cara untuk menghancurkan umat muslim dari dalam. Hulaqu datang ke

Baghdad pagi-pagi sekali dan mulai membunuh para wanita, anak-anak orang tua, serta mereka memperkosa dan membunuh umat muslim. Pembunuhan masal Iraq, serupa dengan pembunuhan masal di Fallujah dan Basrah saat ini. Mereka mendatangi ruangan Khalifah dan tentara-tentaranya menghampiri Khalifah dan menendang Khalifah dalam tendanya dengan sepatu mereka hingga tulang-tulangnya patah. Lalu mereka naik ke atas kuda kemudian mereka menendang-nendangkan kudanya ke Kholifah hingga Kholifah meninggal.

Mereka tidak meninggalkan seorang pun untuk hidup. Mereka meneruskan pembunuhan mereka dan membakar segala sesuatu yang ada selama 40 hari, hingga tidak ada yang tersisa sedikitpun. Ibnu Katsir menggambarkan Bahgdad menjadi penuh dengan mayat hingga menimbulkan bau yang menyebabkan sulit untuk bernafas dan menyebabkan tersebarnya penyakit yang banyak menghantarkan kematian. Kemudian dinyatakan bahwa Bahgdad berada di bawah kontrol Tar-Tar, kekacauan terjadi dimana-mana, tidak ada seorang pun yang bisa mengenali saudaranya sendiri atau ibunya disebabkan tubuh-tubuh mereka semua sudah terpotong-potong sangat buruk dan membusuk.

Setelah semua berjalan lancar, hulaqu memanggil Ibn Al Alqami. Dia adalah seorang yang licik dan dia mengetahui orang yang munafik tidak dapat dipercaya. Dia berkata : “saya tidak melihat apapun yang layak untuk kerjasama denganku kecuali membunuhmu dengan cara yang sangat buruk.” Karena kemunafikannya, mereka menggantungnya dari arah kakinya kemudian setiap orang memotong tubuhnya dengan potongan-potongan dan itulah akhir dari nasib orang-orang munafik. Kejadian ini sama dengan yang dialami dengan kekhalifahan Utsmani dan kita bisa melihat mereka membuat makar lagi dan lagi, kita juga bisa melihat bagaimana mereka memerangi kita dengan bersekutu dengan kelompok utara untuk berperang melawan mujahidin di Afganistan.

Ketika kita berbicara dengan orang-orang munafik atau orang-orang murtad, kita berbicara tentang musuh dari dalam. Kecuali kalau kita mengambil sikap terhadap mereka karena kita berada pada posisi yang berbahaya. Kita memiliki tanggung jawab. Kita tidak dapat membiarkan mereka (orang-orang munafik) atau acuh tak acuh terhadap mereka; bahkan kita harus waspada terhadap mereka dan mengambil sikap terhadap mereka.

Tanda-tanda Munafiq

Kita mengetahui kemunafiqan dari tanda-tanda yang pasti dan kewajiban kita untuk mengungkapkan kemunafiqan. Perbuatan-perbuatan seseorang akan menyatakan apakah dia adalah seorang yang munafiq atau tidak, Allah swt. mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengetahuinya, bagaimana memperlakukannya dan bagaimana memberikan peringatan kepada orang-orang tentangnya.

Salah satu dari tanda-tanda mereka adalah mereka tidak berani menyatakan realita pendiriannya ketika kaum muslimin sedang kuat atau memiliki kekuasaan, adapun jika kaum muslimin berada pada posisi yang sedikit dan lemah, mereka akan nampak begitu kuat dengan ide-ide mereka.

1. Ketika kaum muslimin lemah mereka berbicara tentang penyimpangan-penyimpangan mereka.

Semua orang-orang munafiq tidak pernah menampakkan permusuhannya secara publik di masa lalu, orang seperti Iqbal Sacranie (pimpinan Islam Liberal di London) tidak pernah menampakkan wajah mereka sebelumnya, kecuali hingga 9 Nopember. Setelah itu mereka semua menampakkan diri secara terbuka mengekspos diri mereka sendiri, mereka adalah salah satu dari apa yang difirmankan oleh Allah swt :

”Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS-Al Baqarah, 2;10 )

Mereka tidak berbicara benar: itulah kenapa jika kamu adalah seorang muslim, maka kamu harus menampakkan secara terbuka dan jelas tentang kebenaran, kamu tidak seharusnya diam, jika kamu berbuat demikian maka kamu akan nampak seperti orang yang munafiq walaupun kamu tidak demikian. Allah swt berfirman,

“Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah,maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itulah orang-orang yang fasik.” ( QS.At Taubah(9) : 67 )

2. Jika orang-orang kafir berkuasa, mereka akan menampakkan (kemunafiqannya) dan mereka akan menyatakan kesetiaannya kepada orang-orang kafir dan bara’ (memusuhi) atas umat muslim, Allah swt. berfirman :

“( yaitu ) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.” ( QS.An Nisaa’ ,4:139 )

3. Ketika orang-orang kafir berkuasa, mereka berkomplot melawan ummat muslim itulah salah satu sifat orang munafik yang nampak, disebabkan mereka berkuasa, mereka selalu menggunakan kekuasaannya itu untuk menyerang dan menimpakan bahaya atas umat muslim, Allah swt berfirman,

“Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin) dan karena kekafiran (nya), dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rosul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah :”Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta ( dalam sumpahnya) .” (QS.At Taubah(9) : 107 )

4. Mereka mengambil barang rampasan dari ummat muslim

Mereka mengambil kekayaanmu, mengambil masjid mu, mereka (orang-orang munafik) ingin mengambil semua yang kamu (muslim) miliki dan mereka akan melakukan apa saja untuk menguasaimu. Mereka bahkan menyatakan bahwa semua kejahatan yang mereka lakukan adalah untuk Islam “.Allah swt berfirman :

“(yaitu ) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu ( hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata :”Bukankah kami ( turut berperang ) beserta kamu ?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata :”Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang yang beriman ?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS.An Nisaa’(4) : 141)

5. Apabila ummat muslim mendapat kebaikan mereka akan bersedih dan apabila mereka mendapatkan serangan mereka akan sangat bergembira

Ketika orang-orang munafik menahan orang-orang muslim, ketika mereka menggerebek rumah-rumah kita maka mereka akan bahagia: akan tetapi ketika orang-orang munafik mendengar kemenangan para mujahid, dalam operasi Jihad dan juga mendengar orang-orang kafir terbunuh di Iraq atau Afghanistan maka mereka akan bersedih. Allah swt berfirman:

“jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” ( QS.Ali Imran(3) : 120 )

6. Mereka akan selalu menyatakan kepadamu bahwa tidak ada Jihad

Mereka berharap untuk dapat menakut-nakuti orang-orang dan menempatkan para mujahid ditingkatan yang paling bawah (merendahkan mereka; mereka akan melaporkan para mujahid kepada orang-orang kafir dan menyerukan kepada yang lainnya untuk mengerjakan hal yang sama, jika kamu meminta mereka untuk datang ke medan jihad. Mereka tidak akan datang, dan jika perang, mereka tidak akan mendukung dan jika mereka mendukung maka mereka akan lari meninggalkan medan jihad, Allah swt berfirman,

“jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan diantaramu; sedang diantara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.” (QS.At Taubah(9) : 47 )

Mereka tidak ingin berperang dan mereka akan menyalahkanmu atas segala sesuatu yang terjadi. Allah swt berfirman,

“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rosullulah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata :”Janganlah kamu berangkat (pergi berperang ) dalam panas terik ini “,Katakanlah :”Api neraka jahanam itu lebih sangat panas (nya )”, jikalau mereka mengetahui.” ( QS.At Taubah(9) : 81 ) 7.

7. Orang-orang munafik tidak ingin berhukum kepada Syari’ah Islam Mereka hanya menginginkan berhukum kepada pengadilan Kufur dan itulah tanda yang kuat atas kemunafikannya. Mereka menolak syari’ah: mereka menolak hukum yang sesuai dengan Islam. Jika Syari’ah mengatakan untuk mengenakan khimar dan jilbab, melarang pergaulan bebas, melarang riba, melarang judi maka mereka akan menolak apa saja yang dikatakan oleh syari’ah, Allah swt menggambarkan mereka.

Musuh yang nyata bagi kita adalah musuh dari luar dan bukan musuh yang berasal dari dalam. Sebetulnya mereka (orang-orang kafir) telah mengetahui fakta bahwa mereka tidak akan pernah dapat mengalahkan kita secara langsung atau dengan kekuatan militer, mereka tidak dapat mengalahkan kita kecuali dari dalam.

Di masa lalu, beberapa kali kesempatan mereka mencoba memerangi kita secara militer, umat muslim tidak bisa dikalahkan. Dalam kenyataan yang kita temukan kita ternyata dapat dikalahkan dan fakta yang ada menunjukkan kekalahan tersebut dikarenakan serangan yang berasal dari dalam.

Ketika musuh mengetahui realita ini, mereka pergi ke orang-orang yang berada di tengah-tengah kita, yaitu orang-orang yang murtad, orang-orang munafiq, orang-orang sekuler, dll. Mereka adalah alat pemukul yang digunakan orang-orang kafir untuk menghancurkan kita dari dalam. Itulah kenapa musuh yang berada di luar kita tidak menginginkan berhadapan dengan kita secara langsung, akan tetapi justru mereka mulai mempercayakan kepada musuh kita dari dalam untuk memerangi kita.

Itulah kenapa kita berada pada posisi yang sangat berbahaya kecuali kalau kita mengambil sikap terhadap musuh yang berasal dari dalam ini. Kita lihat mereka, bagaimana mereka menjual agama mereka sendiri dan kehormatan mereka dengan harga yang sangat murah. Di masa lalu, Baatinis, Alqamis, Raafidis adalah musuh dari dalam. Musuh-musuh tersebut berasal dari orang-orang munafiq yang selalu mencoba menyebabkan kerusakan terhadap umat muslim. Kita lihat bagaimana mereka keluar dengan bangga dan bersuara dengan lantang menyuarakan pengkhianatan mereka. Mereka orang yang mendapat tanggapan baik dari orang-orang kafir, itulah sebabnya mereka menjadi orang yang mewakili kekufuran dan kesyirikan dan wakil dari orang-orang musyrik.

Kemunafikan

Orang-Orang Munafik

Kita memiliki banyak musuh dari dalam yaitu orang-orang yang murtad, orang-orang munafik, orang-orang sekuler dan atheis. Kita juga memiliki golongan-golongan yang menyimpang (meski pun kita tidak melihat banyaknya golongan yang menyimpang sebagai musuh seperti Ash’aris, Maturidis kecuali kalau mereka menjadi orang-orang yang munafik). Salah satu dari musuh-musuh tersebut adalah orang-orang munafik.

Jadi siapakah orang-orang munafik itu ? Sesungguhnya mereka memiliki banyak karakterisitk. Mereka adalah bentuk manusia yang memiliki kepribadian yang sangat komplek. Mereka mengenakan topeng dan hidup di antara umat muslim. Tujuan utama mereka adalah menghancurkan kesatuan muslim untuk menghancurkan umat dari dalam. Apapun yang mereka nyatakan dan apapun yang mereka tunjukkan kepada kita sesungguhnya mereka sesat, merupakan musuh, mereka menyebabkan penyimpangan dan kerusakan atas kehormatan dan kekayaan umat islam. Allah swt. telah menginformasikan kepada kita tentang orang-orang munafik, bagaimana kita kadang-kadang terkecoh oleh penampilan mereka, status mereka dan kepandaian mereka dalam berpakaian. Mereka berbicara tentang Islam akan tetapi menyebut semua kekufuran dan kesyirikan dalam pembicaraan mereka. Allah swt berfirman :

“dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang bersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah (musuh yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sempat dipalingkan dari kebenaran ?” (QS Al Munafiqun(63) : 4)

Mereka adalah musuh, orang yang kamu kagumi, mereka berbicara dan mencoba untuk meyakinkan kamu supaya berbuat kekufuran dan mereka akan mencoba meyakinkan kami untuk mematuhi Ratu (dan penguasa-penguasa murtad lainnya), untuk voting pada hukum buatan manusia, untuk berpartisipasi dalam demokrasi.

Allah memberi peringatan kepada kita bahwa mereka adalah musuh dan kita mesti berhati-hati terhadap mereka. Sesungguhnya orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada satupun yang bisa menyesatkan; jika tidak ada Iman maka tidak ada Islam, sehingga seseorang tidak bermakna apa-apa melainkan di dalamnya terdapat kemunafikan yang menjadikannya kafir, adapun jika di sisi luarnya dia menunjukkan keislamannya, mereka menyatakan keimanannya akan tetapi dalam hati mereka kufur, maka ia adalah Fusuq dan Fujur.

Orang munafik adalah seseorang yang sisi luarnya tidak sama dengan apa yang ada di dalamnya. Kemunafikan dapat dibagi menjadi dua :

1. Nifaq Akbar

2. Nifaq Asghar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: