Jawaban Ke_KAMMI_an

A. Penjelasan Tauhid

1. Tauhid Rububiyah

Maksudnya yaitu suatu keyakinan seorang hamba bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan seluruh ciptaan ini dengan sendiri, dan pengakuan bahwa Allahlah satu-satunya Dzat yang mengatur semua ciptaan ini, Yang memiliki alam semesta, Yang menghidupkan seluruh kehidupan dan Yang mematikan seluruh kematian.Termasuk dalam Tauhid Rububiyah adalah iman dan Qadla’ dan Qadarnya. Maka Tauhid Rububiyah merupakan landasan awal dari Tauhid-tauhid yang lain. Adapun beberapa dalil yang mendasari ketauhidan ini diantaranya yaitu Q.S. Al-Ikhlash ayat 1-4, Q.S. Az-Zukhruf ayat 87 dan Q.S. Al-Angkabut ayat 61 dan 63

2. Tauhid Uluhiyah

Maksudnya Yaitu pengakuan dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Pengakuan tersebut selanjutnya direalisasikan dalam bentuk penyembahan, ibadah dan pengharapan dari setiap do’a-do’anya. Sebagian ulama mendefinisikan Tauhid Uluhiyah sebagai puncak rasa cinta dan keta’atan kepada Allah. Dengan Tauhid Uluhiyah ini seorang hamba bisa disebut muslim, karena telah melaksanakan perintah-perintah agama, yaitu ibadah. Maka bisa dikatakan bahwa bentuk lahir dari Tauhid Uluhiyah adalah menjalankan rukun-rukun Islam. Seorang hamba bisa saja telah mencapai Tauhid Rububiyah, namun belum mencapai Tauhid Uluhiyah, seperti seseorang yang telah mempercayai keberadaan Allah namun belum mau menegakkan rukun-rukun Islam. Adapun beberapa dalil yang mendasari ketauhidan ini diantaranya yaitu Q.S. Al-Fatihah ayat 5, Q.S. An-Nisa ayat 36 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 21

3. Tauhid Asma’ Sifat.

Yaitu kepercayaan bahwa Allah mempunyai nama dan sifat yang sempurna, dengan mengakui dan mempercayai nama-nama dan sifat-sifat Allah yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an dan yang diceritakan oleh Nabinya Muhammad s.a.w. Tauhid Asma’ Sifat lebih merupakan persepsi hamba terhadap Tuhannya dengan pengakuan bahwa Tuhannya adalah yang Maha Sempurna. Iman kepada Asma’ul Husna adalah termasuk dalam Tauhid ini. Adapun beberapa dalil yang mendasari ketauhidan ini diantaranya yaitu Q.S. Al-Ikhlash ayat 4 dan beberapa ayat alquran yang berhubungan dengan asma wa sifat_Nya Allah SWT.

B. Penjelasan Tauhid Sebagai Titik Tolak Perubahan

1. Dengan tauhid yang benar dan bersih maka akan melahirkan kepribadian yang terbebas dari berbagai macam penyakit agama seperti takhayul, bid’ah, khurafat dan yang semisalnya, sehingga akan menjadi fondasi terkuat untuk bias menjalankan ajaran islam secara kaffah.

2. Dengan memiliki tauhid yang lurus maka bias dipastikan Allah akan selalu memberikan rasa aman dan petunjuk baginya. Hal ini sesuai dengan firmannya dalam Q.S. Al-An’am ayat 82 yang artinya :

‘’ Dan Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rsa aman dan mereka mendapat petunjuk’’.

3. Dengan tauhid yang kokoh maka bisa menjadi suatu bekal dasar yang pasti untuk melakukan berbagai macam perubahan dalam perjalanan peradaban yang berubah-ubah. Hal ini telah terbukti pada Nabi Nabi sebelum ataupun Rosul Rosul seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Muhammad dan yang lainnya.

C. Pemahaman dan aplikasi dalam membangun hubungan KAMMI dengan heterogenitas masyarakat kaitannya dengan Q.S. Ali Imran : 19, Q.S. Al-An’am : 108 dan Q.S. Al-Kafirun : 1-6 adalah :

1. Q.S. Ali Imran : 19

Artinya : Sesungguhnya agama disisi Allah ialah Islam. Tidak berselisih orang-orang yang diberi kitab…..

Dari penggalan ayat diatas adalah adanya tugas kita sebagai pengemban amanah dakwah untuk menyampaikan konsep konsep kebenaran ajaran Islam, adapun aplikasi hubungannya dengan KAMMI dengan heterogenitas masyarakat adalah memaksimalkan gerak langkah KAMMI sebagai kader-kader dakwah dengan cara memaksimalkan dan mengoptimalkan ilmu ke-KAMMI-an yang didapatkannya, dalam hal ini penguasaaan metodologi dakwah. KAMMI sebagai kader yang bermayoritas kader tarbiyah sudah tentu lebih memahami hakekat dan substansi dakwahnya sendiri. Konteks kesimpulannya adalah adanya kontek pengenalan ajaran islam secara menyeluruh.

2. Q.S. Al-An’am : 108

Artinya : dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batastanpa dasar pengetahuan.

Dalam kontek ayat diatas, KAMMI yang termasuk didalamnya terdapat unsure-unsur kader dakwah mestilah memahami hakekat dari etika dakwah. Etika dakwah yang dimaksud mesti dilandasi dengan konsep-konsep yang mengandung hikmah dan nasihat yang baik, terukur dan tepat sasaran. Kontek kesimpulannya adalah adanya etika akhlak dalam penyampaian dakwah.

3. Dalam kontek ayat 1-6 surat Al-kafirun ini adalah adanya penegasan antara ambang batas toleransi dengan konsepsi ketauhidan itu sendiri, tidak ada tawar menawar dalam masalah aqidah. Adapun kontek kesimpulannya adalah tidak ada tawar menawar dalam konteks aqidah tauhid.

D. Pengertian Madzhab, Aliran dan Pergerakan beserta perbedaan dan conohnya !

1. Madzhab

Madzhab secara bahasa sering diartikan sebagai suatu jalan yang dilalui, namun ulama fiqih kebanyakan mendefinisikan bahwa madzhab adalah manhaj atau metode yang dibentuk setelah melalui pemukiran dan penelitian kemudian dijadikan sebagai pedoman yang jelas batas dan bagian-bagiannya serta dibangun diatas prinsif-prinsif dan kaidah-kaidah seperti halnya imam-imam madzhab seperti Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Maliki dan Imam Syafi’i.adapun titik tekan madzhab adalah lebih kepada sebuah pedoman manhaj yang terakui kekuatan kebenarannya sehingga bersifat positif dalam sebuah pemecahan keagamaan.

2. Aliran

Aliran yaitu suatu penghantar pemahaman yang bersifat komunitas terbatas dan terditeksi, dimana aliran disini adalah suatu kepercayan akan sesuatu yang mistis yang cenderung tidak ilmiah dan berkonotasi negatif. Seperti contohnya adanya istilah aliran-aliran sesat seperti aliran sesat isa bugis, aliran ahmadiyah dan sebagainya. Dimana titik tekan aliran yaitu lebih kepada kebenarannya bersifat lemah konotasinya sehingga kurang solutif dalam konsep sebuah pemecahan.

3. Pergerakan

Pergerakan yaitu suatu perpindahan/pergeseran dari suatu kondidi kepada kondisi lainnya yang bersifat progresif dan bersifat reaksioner dan berevolusi. Sebagi contoh banyaknya pergerakan- pergerakan mahasiswa (KAMMI, HMI, PMII dll) dan juga pergerakan-pergerakan islam lainnya (HAMAS,MMI,HTI dll). Titik tekannya adalah diantara madzhab dan aliran, dalam artian adanya factor-faktor ketergantungan seperti halnya bagaimana konsepan manhaj yang dijalankan apakah nasionalisme ataukah religius islami dan lain sebagainya.

E. Pengertian Jama’ah dan Aplikasinya !

1. Jama’ah

Secara bahasa jama’ah adalah kumpulan sekelompok orang, adapun ahli fiqih mendefinisikan jama’ah dengan istilah mujama’atu ahlilhaqqi wainqolla (tempat berkumpulnya ahli kebenaran meskipun jumlahnya sedikit)

2. Aplikasi

Adapun aplikasinya dalam kehidupan adalah suatu kepastian.Manusia sebagai makhluk social adalah salah satu alasannya. Alquranpun telah menegaskan dalam ayatnya yang mengandung pengertian kurang lebih ’’ dan berpegang teguhlah kalian terhadap tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai bera…i ‘’Sehingga dari salah satu ayat tersebut saja mengandung pengertian bahwa perlunya dan wajibnya hidup berjama’ah/bersosial dengan berbagai elemen masyarakat.

F. Aspek Aspek Pembentukan Negara

1. Pemerintahan yang berdaulat (Khilafah dan Kekhilafahan)

2. Sebuah Komunitas masyarakat/penduduk

3. Adanya manhaj pedoman / ndang-undang

4. Adanya pengakuan dari dunia internasional baik secara defacto maupun secara dejure

5. Adanya wilayah tempat tinggal bernaung sebagai wilayatul hukmi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: