LPJ KADERISASI (3)

DESKRIPSI KERJA

Dalam waktu dua tahun setelah menjalankan program kerja, kita evaluasi pelaksanaan kerja departemen kaderisasi, dengan gambaran sebagai berikut :

1. Pengumpulan data kader

Awal kepengurusan kaderisasi hal yang pertama dilakukan adalah evaluasi pengumpulan data-data kaderisasi dimana hal ini dilakukan karena lebih diakibatkan banyaknya kaderlkader fikti dalam organisasi KAMMI dalm artian bahwa banyaknya anggota kader KAMMI yang belum terdata basekan dalam bentuk buku data kader. Adapun teknisnya adalah pendata basesan dari setiap komisariat yang ada kemudian dibukukan kedalam buku data base kaderisasi KAMMDA (susunan anggota terlampir)

2. Analisa Proses Kaderisasi

Analisa kaderisasi lebih diakibatkan oleh kepakeman pola evaluasi kaderisasi sebelumnya yang diakibatkan oleh berbagai macam hal yang diantaranya kekurang aktifan personal kaderisasi sebelumnya sehingga yang beklerja keras hanyalah personal-personal tertentu dimana hal ini diantaranya adalah keaktifan akhi Indra yang dominan dan juga akhi Yana. Dari berbagai kasus diatas maka salah satu fokus kaderisasi berikutnya adalah loyalitas dan kafabelitas personal kaderisasi yang berkontribusi mumpuni yang diutamakan. Sehingga alhamdulillah secara konsep bidang, proses penyolidan kaderisasi secara internal mengalami kemajuan dan kemandirian. Berkenaan dengan berbagai macam kebutuhan kader diluar maka kaderisari pula melakukan berbagai macam hal sesuai dengan kebutuhan kader dan juga sesuai kemampuan tim kaderisasi itu sendiri.

3. Optimalisasi milis / E-mail kaderisas

Departemen kaderisasi telah berupaya dan berusaha untuk selalu melakukan konsultasi dan konsolidari gerakan ke-KAMMI-an yang diantaranya melalui milis KAMMI yang ada, dan alhamdulillah hal ini sangat membantu sekali terhadap pola keseimbangan manhaj yang ada dengan realitas perkembangan pengkaderan didaerah. Tanpa adanya optimalisasi ini mungkin sudah barang tentu akan terjadinya mis komunikasi antar gerakan terkait dengan berbagai macam isu-isu penting baik bersifat kedaerahan / lokal maupun bersifat menasional

4. Pembuatan Buku IJDK

Secara jujur optimalisasi buku IJDK KAMMI yang ada belumlah memenuhi terhadap apa yang kami inginkan, bayaknya kader-kader yang belum militan adalah salah satu penyebab proses peng-IJDK-an KAMMI tersendat dan bisa dikatakan tidak berjalan dengan semestinya. Meski pada awalnya pembentukan IJDK ini terwujud namun hal kedua yang membuat sulit adalah implementasi teknis peng-IJDK-an itu sendiri dalam hal ini adalah kesulitas prosesnya.

5. Madrasah KAMMI

Madrasah KAMMI merupakan sarana bagi kader AB II untuk mencapai IJDK AB II yang dikelola oleh departemen kaderisasi KAMMDA. Meski pada awalnya berjalan dengan lancar yaitu dengan adanya forum kajian sebulan dua kali (minggu pertama dan ketiga) namun karena berbagai macam hal maka pada tahun kedua proses madrasah ke-KAMMI-an tidak berjalan sesuai harapan

6. Pelaksanaan DM I

Pelaksanaan DM I periode 2006 – 2008 yang dilakukan oleh berbagai komisariat yang merupakan salah satu tugas pengawasan kaderisasi KAMMDA dalam hal ini pencapaian kuota target telah memenuhi kebutuhan dan sesuai program kerja yaitu minimal empat pola pengkaderan DM I . Adapun diantaranya adalah terlaksananya lima proses DM I ( dua kali diciamis yaitu komisariat falujah, satu di cirando : Arrantisi dan dua kali di abu dzar pager ageung : Alfatah diantaranya)

7. Pelaksanaan DM II

Sebagai salah satu program jangka panjang wajib kaderisasi adalah terlaksananya pola pengkaderan DM II. Dan alhamdulillah kaderisasi KAMMI periode 2006 – 2008 telah melaksanakannya yaitu yang bertempat di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya. Pada tataran kontribusi, kaderisasi KAMMDA periode 2006- 2008 telah melahirkan lebih dari 20 kader AB II Tasikmalaya (tepatnya 26) dan hal ini sungguh telah melampaui kuota. Namun hal yang menjadi masalah berikutnya adalah efektifitas dan kontribusi anggota AB II yang hanya bisa dihitung dengan jari dalam proses kegiatan pengorganisasian. Dan secara pendelegasian AB II kaderisasi periode 2006 – 2008 telah melakukan dua kali yaitu pertama bertempat di Cirando kerjasama dengan KAMMDA Bandung dan juga Pendelegasian kader AB II di Daerah Garut.

8. Pelaksanaan / Pendelegasian DM III

Adapun salah satu cita-cita terbesar masih menjadi harapan adalah pengkaderan DM III yang menjadi Pekerjaan rumah Kaderisasi berikutnya, dalam tataran kontribusi alhamdulillah kaderisasi KAMMDA periode 2006 – 2008 telah mengkontribusikan sedikitnya empat anggota AB III yang diantaranya adalah dua ikhwan dan dua akhwat yaitu Akh. Rahmatullah dan Akh. Endin Surya Solehudin serta Ukh. Ira Rahayu dan Ukh. Ai Rohayati / Ukhti Tifa. Sehingga alhamdulillah secara rekor maka kaderisasi periode 2006 – 2008 telah melahirkan AB III akhwat pertama, hal ini dikarenakan belum satu pun kaderisasi sebelumnya yang mengakomodir kader AB III nya dalam kegiatan DM 3 nasional.

9. Merapikan Data Base kaderisasi

Awal kepengurusannya, bidang kaderisasi berencana fokus terhadap pendataan kader di seluruh komisariat, alhamdulillah rencana ini bisa terwujud walaupun sebagian Komisariat belum melaporkan data kadernya di dareah masing-masing, hal ini bisa dilihat dilampiran rekapitulasi data kader hasil laporan dari Komisariat. Untuk pengumpulan tahap 1 (januari 2006 ) 65% Komisariat yang mengumpulkan data, itu pun masih dalam bentuk kasar. Tahap II (Juni 2008) meningkat menjadi 90% Komisariat yang mengumpulkan data dan alhamdulillah Tahap III ( Desember 2008) 99% sudah terkumpul dari Setiap komisariat. Pengumpulan data kader dilakukan dengan beberapa kali pengingatan dan berbagai macam cara yang dilakukan. Hingga pembuatan LPJ inipun masih berlangsung, kami terus berupaya membuatnya menjadi 100%. Cara yang dilakukan dengan SMS, telepon, talimat di milis, database Kaderisasi Kamda, dan beberapa Ketua Komisariat dan Ketua Kaderisasi Komisariat. Kaderisasi KAMMI Pusat sudah membuatkan form pendataan tersebut di email akhie_endin@yahoo.com dan kita sudah buatkan petunjuk pengisiannya, agar memudahkan proses pendataan tersebut. Format yang sangat beragam tersebut akhirnya harus kami edit satu per satu sehingga akhirnya bisa terlihat jumlah-jumlah yang kami inginkan. Beberapakali pun variabel yang tidak tercantum sudah kami minta dengan intens komunikasi yang cukup, namun tidak seluruhnya dapat memenuhi. Data yang masuk juga beberapa kali harus kami confirm ulang karena jumlah dari 4 kategori penilaian, masing-masingnya tidak sama. Total kader periode 2006-2008, 4 kategori : per jenis kelamin, per jenjang keanggotaan, per keaktifan, dan per background pendidikan. Dari lima komisariat, komisariat yang pertama kali mengumpulkan datanya adalah komisariat al-fatah. Dan komisariat yang lainnya menyusl kemudian (Terlampir hasilnya). Pengumpulan data kader ini tidak terbatas sampai disini, prosesnya akan berlanjut seperti berlanjutnya proses kaderisasi yang terus berkembang disetiap tempat dan waktu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: