REKONSTRUKSI SEBUAH KEPEMIMPINAN BANGSA

MUKADIMAH

Segala puji hanyalah milik Allah SWT yang telah memberikan kepada kita berbagai macam nikmat baik nikmat dunia maupun nikmat akhirat, Shalawat dan salam semoga allah curahkan kepada uswah hasanah kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, tabi’in dan juga mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umat yang selalu berusaha ta’at terhadap semua ajarannya.

Al-waktu ka Asshaif : waktu bagaikan pedang. Tidak ada yang salah tentang keberadaan kita selama ini, namun yang salah bagi kita adalah ketidak optimalan kita dalam mengisi hari dimana kita bersama dalam perjuangan. Lima hari kami dipercaya untuk menjalankan amanah mengikuti acara DM 3 ini, Hari ini dan saat ini tibalah saatnya saya harus berpisah dihadapan para muharrik dakwah sekalian dan saya hanya bisa melaporkan apa-apa saja yang sudah saya lakukan dengan segenap kemampuan saya selama mengikuti DM3 ini meski saya akui bahwa ini hanyalah sepercik tinta yang dapat saya presentasikan dalam bentuk tulisan.

Jujur saya sampaikan kegiatan DM3 ini amat membekas dan telah banyak memeberikan berbagai macam azzam bagi saya untuk selalu berusaha menjadi orang baik dibumi Indonesia yang indah ini. Azzam untuk bisa lebih mengembangkan KAMMI daerah dimana saya tinggal yaitu Kota Tasikmalaya yang religius Islaminya. Banyak hal yang sebetulnya menjadi pekerjaan rumah saya pada khususnya berkenaan dengan tuntutan implementasi materi yang telah diberikan dalam kegiatan DM 3 dengan kondisi kedaerahan yang penuh dengan dinamika permasalahan yang komplek. Namun semoga apa yang didapat selama DM 3 ini setidaknya menjadi barometer awal dimana saya melangkah kedepan….dengan semangat baru….dengan azzam yang baru…bangkit dan tuntaskan perubahan….Terakhir yang mau saya sampaikan khususnya kepada seluruh panitia DM3, mohon ma’af yang setulus-tulusnya atas semua kelancangan saya selama saya mengikuti acara DM3 selama ini, semoga kita akan kembali bertemu dilain waktu dan dilain kesempatan.

REKONSTRUKSI SEBUAH KEPEMIMPINAN BANGSA

(Artikel berdasarkan pengalaman pelatihan dalam acara DM 3 Bandung 17-21 Desember 2008 / 19 – 23 Dulhijjah 1429 H di Wisma BKKKS Sadang Herang)

A. Fiqih Kejayaan dan Kemenangan (Ust. Tate Komaruddin Lc, Moderator Akh.Adriana, ST/Materi Pertama/pukul 08.30 – 10.15 WIB)

Ada beberapa hikmah dan ilmu dalam fiqih kejayaan dan kemenangan yang bias kita ambil sebagai referensi keilmuan. Berkenaan dengan aktifitas kita sebagai aktivis dakwah setidaknya harus memiliki tiga konsepsi dasar sebagai pondasi keniscayaan aktivis dakwah itu sendiri diantaranya adalah mengetahui dan meyakini jalan dakwah,maksudnya bahwa hal pertama yang harus diketahui oleh aktivis dakwah adalah bagaimana ia memahami akan berbagai macam konsekuensi, metodologi, karakteristik dan liku-liku dakwah itu sendiri dengan keyakinan penuh akan semua keniscayaannya. Hal kedua adalah menempuh jalan dakwah itu sendiri dengan penuh kesabaran dan keistiqomahan karena tanpa itu sudah bias dipastikan degradasi keimanan ataupun konsepsi future akan melanda dan pada akhirnya akan mengkikis habis keimanan itu sendiri. Adapun hal terakhir dan merupakan turunan kedua adalah menunjukan jalan kebaikan dan menyeru orang untuk berbuat amar ma’ruf nahi mungkar.

Hal yang sangat urgen dalam aktivitas dakwah adalah kepemilikan keterampilan seseorang dalam berevolusi dan bersolusi dengan tetap didasari keimanan dan terus melakukan berbagai macam upaya kebajikan selagi mampu karena dengan hal itulah pertolongan Allah SWT akan didapatkan (intansurullah yansurukum). Begitu pula Allah SWT akan memberikan kekuasaannya hanya kepada orang orang yang beriman dan beramal soleh. Hal tersebut telah dijanjikan dalam firmannya Surat An-Nur ayat 55 yang memiliki arti kurang lebih ‘’ Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan amal kebajikan, bahwa sungguh Dia akan menjanjikan mereka berkuasa dibumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang berkuasa sebelum mereka…..’’

Adapun beberapa kajian yang mesti diketahui dan dipelajari bagi aktivis dakwah pada khususnya adalah menyangkut beberapa kajian manhaj diantaranya:

1. Kajian Sejarah

2. Kajian Realitas

3. Kajian tentang peluang dan atau kemungkinan bahwa Islam akan bangkit

4. Kajian pelajaran Tarikh

5. Konsep berinteraksi

Adapun berkenaan tentang kelayakan bangkit bisa ditopang oleh dua unsur pokok yaitu adanya motivasi internal dan juga komunitas orang untuk melakukan kebajikan uyang didasari semangat ukhuwah Islamiyah

B. Siyasatu Syariyah (Ust.Muhammad Nuh, Moderator Akh. Kadir/Materi Dua/pukul 10.20 – 12.15 WIB).

Ada beberapa hikmah dari kasus sejarah dalam alquran yang mesti kita jadikan cermin keilmuan, salah satunya adalah tentang kisah konsep dakwah Nabi Musa a.s. dimana beliau sentuhan dakwah pertama yang dilaluinya adalah kepada pimpinan yang dimana waktu itu adalah Firaun yang sekaligus ayah angkatnya (Idzhab Ila Firauna Innahu Thagha)

Ada beberapa pendongkrak bekal kepemimpinan yang mesti ada dalam diri seseorang diantaranya :

1. Fisik yang kuat/Usia

2. Harta yang cukup

3. Keilmuan yang mumpuni

4. Kharisma ketokohan

5. Memiliki sifat Visioner konstruktif

Dalam kontek dakwah, keimanan dan amal soleh adalah ukuran standar dalam mendapatkan jaminan syurga Allah SWT sebagaimana dalam firmannya dalam Surat An-Nur ayat 57 yang artinya kurang lebih : ‘’ dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh maka Allah akan memasukan mereka kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya..’’

Adapun kepemimpinan yang ideal setidaknya mesti memiliki prasyarat awal yang diantaranya :

  1. Mampu menuanaikan amanah secara proposional
  2. Perintah keharusan berlaku adil

Adapun jika hal itu tidak ada maka satu hal yang pertama terjadi adalah kehancuran itu sendiri. Sebagaimana dalam hadits dikatakan : ‘’ apabila suatu urusan diberikan kepada bukan yang ahlinya maka tunggulah saat-saat kehancuran (idza wusidal amru ila ghairi ahliha fantadhirissa’ah)

Hal yang perlu diketahui akantabe’at masyarakat kekinian adalah kecenderungan keta’atan diakibatkan mereka diberi (alwala ila yu’ti). Adapun dalm kontek keta’atan yang Allah firmankan dalam alquran dapat dibagi menjadi tiga pola keta’atan :

1. Keta’atan totalitas kepada Allah SWT

2. Keta’atan totalitas kepada Rosulullah

3. Keta’atan kepada ulil amri secara ikhlash namun selama ulil amri itu melaksanakan keta’atansecara totalitas kepada Allah SWT

C. Konsepsi Negara Perspektif Alquran dan As-Sunah (Ust.Taufik Ridha, Moderator Akh.Dede Abdul Karim/Materi Ketiga/pukul 15.30 – 17.30)

Secara kontektual Negara dalam Islam dalam prespektif tidak ada, karena melalui berbagai macam analisa sejarah tidak pernah terdengan bahwa Rasulullah adalah pendiri atau penggagas Negara Islam pertama ataupun istilah yang semisalnya dengan itu. Dalam kontek refresentasi kenegaraan Ibnu Kholdun memberikan gambaran tentang perangkat kenegaraan diantaranya : wilayah, pemerintahan dan hokum/UU. Hal yang perlu adanya kesepakatan dalam sebuah pemerintahan adalah adanya legitimasi kekuasaan itu sendiri.

Secara kasat mata konsep pemilihan kepala negarapun tidak ada aturan baku dalam ajaran islam dan hal ini bias diperhatikan dalam kontek sejarah islam itu sendiri yang dimulai dengan beberapa kontek :

1. Kenabian yaitu pada era Nabi Muhammad SAW sendiri

2. Kontek kekhalifahan dengan berbagai macam metode pemilihan

a. Abu Bakar Ash-Shiddiq cenderung bersifat aklamasi legitimasi

b. Umar bin Khottob cenderung bersifat wasiat dari legitimasi Abu Bakar Ash-Shiddiq

c. Ustman bin Affan cenderung bersifat Musyawarah mufakat yang berbentuk legitimasi parlementer

d. Ali bin Abi Thalib cenderung bersifat Pemilihan hirarki turunan legitimasi Publik

3. Kontek Kerajaan

4. Kontek Kesultanan dan lain-lain.

Ada bebarapa asumsi sumber legitimasi kekuasaan :

a. Daulah – Bae’at – Menegakan Agama

b. Kerajaan – bersifat turunan/warisan

c. Demokrasi – bertumpu pada kehendak rakyat secara mayoritas dan lain sebagainya

D. Konsepsi Ikhwanul Muslimin terhadap Negara (Ust.Chozin, Moderator Akh.Kadir/Materi Keempat/pukul 20.00 – 22.00)

Ada beberapa konsepsi tahapan dalam proses awal pembentukan :

1. Pribadi

2. Keluarga

3. Masyarakat

4. Negara

5. Khilafah

6. Ustadiyatul Alam

Ada system yang dilakukan dalam sarana Ikhwanul Muslimin :

1. Pemantapan dan si’ar dakwah

2. Penyeleksian kapabelitas

3. Perjuangan konstitusional

Dalil-dalil yang perlu dicermati dan diimani :

1. Al-Haj Ayat 40

2. Yusuf Ayat 110

3. An-Nur Ayat 55

Berkenaan dengan kekuatan jiwa setidaknya harus memiliki empat factor pembentukan :

1. Kemauan yang kuat

2. Kesetian yang sehat

3. Pengorbanan yang besar

4. Penghargaan terhadap prinsip orang lain dan diri, pengenalannya dan implementasiannya.

E. Studi Neolib, Huntington dan Fukuyama dalam Kontek Global dan Negara (Ust.Nu’im Hidayat, Moderator Akh.Kadir/Materi Kelima/pukul 08.00 – 10.00)

Huntington : Seorang ilmuan lulusan Universitas Harvard dan pernah menjadi penasehat gedung putih Negara adidaya

Dalam kontek kekinian kita harus membedakan antara opini politik dengan apa yang dinamakan fakta politik. Teori Fukuyama tentang demokrasi liberal pada awalnya pernah ditentang karena dikahawatirkan akan bias melahirkan opini monarki, teokrasi, fasisme, komunisme, totalitariesme dan lain-lain. Namun pada akhirnya semua teori Fukuyama dijadikan sebagai sumber acuan dasar oleh semua Negara besar kecuali oleh dunia Islam.

Ada beberapa prasyarat kebangkitan Islam yang mesti diperhatikan :

1. Makna dalam dan luar ( penerimaan modernitas dan memiliki petunjuk hidup yang jelas)

2. Keyakinan pengaruh pengingkaran kebangkitan islam yang menjadi titik balik peradaban

3. Proses Islamisasi baik bersifat structural maupun bersifat cultural

F. Study Kritis Evaluasi Ketatanegaraan Indonesia (Ust.Inu Kencana, Moderator Akh.Ramlan Nugraha/Materi Keenam/pukul 10.15 – 13.30)

Pada prinsipnya ketatanegaraan Indonesia sudah bisa dianggap banyak kekeliruan yang mendasar baik semisal tentang kedudukan dan kewenangan kelembagaan MPR/DPR dalam kontek pengawasan dan kerjasama maupun dalam kontek pancasila sebagai dasar Negara yang cenderung disalah artikan. Satu hal yang paling parah dalam ketatanegaraan Indonesia adalah cara berfikir yang salah tentang sebuah ajaran atau ideology. Kembali dalam kontek MPR dengan DPR adalah ketidakbolehan adanya kerjasama antara pengawas dan yang diawasi karena akan banyak menimbulkan masalah kronis yang salah satu diantaranya adalah praktek KKN (korusi kolusi dan nepotisme)

G. Memberdayakan Civil Society untuk Menyelamatkan Negara (Ust.Mawan batubara, /Materi Kedelapan/pukul 20.00 – 22.00)

1. Pengertian

· Idealisme tentang suatu masyarakat yang mandiri

· Interaksi social yang berada diluar pengaruh Negara dan intimidasi luar

2. Karakteristiknya

· Institusi otonom

· Dasar kesukarelaan

· Masyarakat madani

Adapun masalah pengelolaan kekayaan yang paling pundamental adalah :

1. Pengkhianatan konstitusi

2. Eksploitasi kontrak

3. Dominasi pihak swasta

4. Mandulnya peran peran Legislatif

Konsep Membangun Civil Society :

1. Visi Perjuangan

2. Dukungan Pinansial

3. Dukkungan politik

4. Dukungan Partisipasi Publik

5. Sosialisasi Agenda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: