Masa Pencarian…Siapakah Aku

Dana, Ecin, Sutisna (alm), Titim, Suryaman, Rasmanah, Maemunah dan Dani-pent. Mereka itu adalah putra dan putri dari seorang kakek yang selama + 13 tahun telah membesarkan dan memeliharaku dari keterasingan hidup dimasanya. Aku sendiri adalah cucu ke empat dari putra pertamanya. Ketika masih kecil / balita aku termasuk anak yang hyper-aktif, begitu tetanggaku bilang.

Ketika sebelum masuk SD, temen temen dan tetangga sering bilang-tepatnya ngomel- kalau aku sebenarnya bukanlah anak dari seseorang yang bernama Oyo Wikaryo-yang tak lain beliau adalah kakekku. Nenekku sendiri bernama ma’ Emah (begitu tetanggaku bilang). Meski nama aslinya adalah Maryam (begitu anak-anaknya bilang). Ketika masih kecil aku selalu bertanya pada kakekku……’’ anak siapakah aku sebenarnya..?’’ . namun setiap aku bertanya Beliau selalu diam dan sesekali bilang kalau aku adalah anaknya dengan berkata ‘’ kamu adalah anak kakek ‘’jawaban itu memang cukup membuatku nyaman diwaktu itu sampai aku masuk SD.

Banyak desas desus tentang latar belakang keberadaan pemeliharaanku di tangan Kakek. Dulu ada yang mengatakan kalau aku adalah anak terbuang, yang lainnya bilang kalau aku sebetulnya anak yang hyper-aktif sehingga kedua orang tuaku yang waktu itu diterpa berbagai macam ujian keluarga, tak sanggup memeliharaku sehingga menitipkan aku ke seorang Pengusaha tahu – yang dikenal dengan Pak Haji Husen, namun karena kebetulan waktu itu kakekku yang sedang menengok tidak melihat bayi (aku) maka iapun menanyakannya dan memarahi kedua orang tuaku dengan kemarahan yang besar karena telah memberikan cucunya kepada orang lain sehingga konon katanya sejak waktu itulah aku dipelihara oleh Kakek dan Neneku di Banjarsari.

Namun belum sempat aku menanyakan lebih jauh tentang keberadanku terhadap kakek, terlebih dahulu kakek telah meninggalkanku untuk selama lamanya. Satu hal yang tragis dan sangat menyayat luka perih dihati waktu itu tatkala aku mendengar kepergiannya pada hari ke tujuh beliau telah wafat, padahal waktu itu aku sangat gembira karena telah mendapatkan beasiswa sekolah Aliyah bersama tujuh temanku dipesantren. Tanpa menunggu waktu akupun pergi pulang ke Banjarsari diwaktu itu dengan menggunakan uang beasiswaku dan aku benar-benar menjerit menangis diatas nisannya pekuburannya sampai akhirnya aku tak sadarkan diri…beruntung ada orang yang membangunkanku diwaktu itu.

Bersama kakekulah aku mengetahui berbagai macam tabir misteri keluarga besarku yang tidak semua anak anaknya mengetahui sebanyak yang aku tahu. Mungkin itu dikarenakan memang aku adalah cucu kesayangannya diantara cucu cucu yang lainnya. Meski tiga bulan sebelum kepergiannya , beliau pernah bilang kepadaku…’’ kita dilihat dari segi apapun bukanlah siapa-siapa dan kita juga adalah orang yang biasa-biasa saja, mungkin kita bukanlah  orang kaya dari segi harta namun ingatlah jika suatu saat kamu tidak bisa menjadi orang kaya maka jadilah orang baik saja ‘’. Harapan terbesar kakeku waktu itu adalah ingin memiliki rumah tembok (karena waktu itu masih berdindingkan kayu). Alhamdulillah selang setahunan harapannya terkabulkan meski beliau tidak sempat menyaksikannya.

Jujur aku sempat syok dan sempat membenci kedua orang tuaku diwaktu kakek dan tetangga memperkenalkan aku pada dua sosok asing yang tak lain kemudian mereka adalah kedua orang tuaku sendiri. Butuh waktu cukup lama untuk bisa membuatku menerima kalau mereka adalah kedua orang tuaku.

Syok dan kekagetanku ternyata tidak hanya sampai disitu, setelah aku terpaksa diajak kakeku kerumah orang tua asliku di Ciamis ( + 40 KM dari rumah kakek ), aku hanya bisa terpana membisu tatkala dirumah itu aku melihat dan memperhatikan – banyak berdiri orang orang yang tidak pernah aku kenal sebelumnya. Hampir semua mereka merangkulku dan mengucapkan kata adik kepadaku , sebagiannya lagi bilang cucu padaku, sedangkan yang pada masih kecil – kecil, kulihat mereka ketakutan melihatku sambil berkata siapa dia….siapa dia. Ketiga orang itu tak lain adalah kakaku, satu nenek dari pihak ibu dan uyut dari pihak ibu pula, sedangkan ketiga anak kecil itu tak lain adalah adik-adikku sendiri

Aku termasuk anak ke-empat dari delapan bersaudara. Kakak pertamaku bernama Dudung, usianya kini sekitar 32 tahunan namun ia belum menikah. Sejarah cinta tragislah yang melatar belakangi keengganannya untuk menikah kembali. Maklum dulu ia ditinggal menikah oleh calonnya tatkala ia bekerja  mencari bekal untuk menikah. Kakak keduaku bernama Yati Mulyati, tiga anak telah dia punya kini.Sedangkan kakak ketigaku bernama Rina, meski sudah menikah hampir empat tahun namun hingga kini belum mempunyai momongan. Endin adalah aku sendiri dimana posisiku berada diurutan ke-empat, usiaku kini menurut kalender kakek adalah 26 tahun namun menurut kalender orang tua baru berusia 25 tahun meski sebetulnya kalau diteliti dan dikaji secara keilmuan tidak ada satupun yang betul.

Kini aku memiliki empat adik. Adik pertamaku bernama Yatna Suryatna, usianya sekitar 24 tahun dan kini dia sudah menikah, baru sekitar delapan bulan lalu, dia kini tinggal di Ciamis sekitar 6 KM dari rumah kedua orang tuanya. Adik keduaku bernama Nuryamah, usianya kini sekitar 21 tahun, diapun sudah menikah sekitar dua setengah tahun yang lalu, meski sempat memiliki momongan namun takdir telah lebih dulu mengambil bayinya, bayinya meninggal pada usia masih bulanan, namun kini alhamdulillah sedang mengandung lagi, dia kini tinggal + 10 KM dari rumah kedua orang tuanya. Adik ketigaku bernama Runika dan saya biasa memanggilnya dengan sebutan Enik.Usianya kini sekitar 17 tahun, dia tidak melanjutkan sekolahnya malah memilih bekerja dan kini juga dia sudah memiliki calon meski sebetulnya calon yang disukainya adalah keponakanku sendiri yaitu anak bibi ke-empatku ‘’Rasmanah’’. Hingga kini pro kontra dan perdebatan tentang hubungannya masih menjadi perbincangan, maklum kadang adat yang keluar dari kebiasaan lebih kental dalam masalah ini. Sedangkan adik ke –empatku kini sedang dan masih sekolah kelas empat SD, ada kebetulan tentang adik ke-empatku dimana namanya sama dengan mutarobiyah yang sempat dita’arufkan oleh murobiyahnya kepadaku, namanya sama dengan seseorang yang mudah-mudahan bisa menjadi teman hidupku untuk bisa bekerja bersama dalam hidup selama-lamanya dunia dan akhirat meski sedikit ada perbedaan didalam nama panjangnya.

Perlu diketahui bahwa pekerjaan orang tuaku kini adalah serabutan –tidak tentu. Asal bisa mendapatkan sesuap nasi, pekerjaan apapun pasti akan dilakukannya-yang penting hahal. Meski memang pada awalnya pekerjaan tetapnya berkebun namun kini semuanya tidak dimilikinya lagi pasca pernikahan kedua adiku dan hal itu karena dipake modal pernikahan kedua adiku. Kata kakak-kakaku dulu bahwa sebetulnya pada awalnya keluarga kami adalah keluarga yang berkecukupan namun pasca kelahiranku banyak tragedi yang terjadi menghujam keluargaku secara bertubu tubi hingga akhirnya aku sendiri dibuang disaat benar benar membutuhkan kasih sayang keduanya.

Kini kondisi per-ekonomian kedua orang tuaku benar-benar diambang titik nadzir. Kini kedua orang tuaku hanya memiliki satu rumah yang teramat sederhana meski lebih tepatnya bisa dibilang kurang layak untuk dihuni, rumah kami terbuat dari panggung dan tidak berdindingkan tembok. Dan inilah sebetulnya salah satu dari beberapa alasanku kenapa aku mengundurkan diri dari pada perusahaan Ibu dan Kakak angkatku di Banjarsari dan di Tasikmalaya, padahal kehidupanku sangat terjamin sebelumnya. Kini aku benar benar prihatin terhadap kondisi kedua orang tuaku . Semoga Allah tetap memberikan kekuatan bagi mereka. Amien.

Namun disaat bersamaan aku juga benar benar menginginkan ada seseorang yang bisa menemaniku dalam hidup, menemaniku dan mendengarkan curhat kehidupanku selama ini, menamaniku disaat benar benar aku membutuhkan dukungan dan kasih sayang yang hampir selama ini aku belum optimal merasakannya.

Dari delapan bersaudara aku adalah salah satu anaknya yang banyak menyimpan misteri-begitu orang sekelilingku bilang, dimulai misteri perjalanan kelahiranya dulu yang hampir tewas dimakan ajag serigala waktu itu- beruntung ada kucing putih yang menyelamatkanku (so..aku teramat suka dengan kucing), bayi yang hyper-aktif / sangat aktif terkhusus kalau menangis selalu menjerit lama kadang bisa berhari-hari sampai tak bersuara, proses pembuangan kepengasuhannya sampai kepada hal-hal mistis siluman ular yang sempat mendatangi ayahku untuk membunuhku ketika bayi (versi ibuku) dan sampai kepada proses sering didatangani dan digigitnya aku dengan hantu kepala diwaktu kecil dulu (ini versiku-nyata) serta banyak lagi misteri yang sebagian orang benar benar tidak meyakininya. Bahkan aku sendiri selalu mencoba untuk tidak meyakininya..

Sampai kini kedua orang tuaku benar benar belum mengetahui letak dimana aku pernah sekolah dan kuliah, maklum dari kecil hanya kakeklah yang selalu menemaniku disaat aku mulai masuk SD, bahkan sejak awal masuk SMP sampe kuliah setiap melakukan pendaftaran siswa/mahasiswa, aku selalu melakukannya dengan seorang diri sampai sampai penandatanganan daftar ulang sampai raport aku sendiri yang suka menekennya. Kemampuanku sekolah dari semenjak SD sampai bisa kuliah  lebih dikarenakan faktor bea siswa yang selalu aku dapat. Sehingga kadang enak juga sih ketika semua orang kesulitan mendapatkan uang untuk SPP, aku malah suka dapat uang setiap bulannya karena bonus beasiswa yang didapat (meski waktu itu-uang sebesar 25.000/bulannya merupan uang yang sangat besar menurutku). Ketika kuliah-aku bekerja diperusahaan kakak angkatku meski pada masa kuliah ini pula Ibu dan Kakak angkatkulah yang lebih dominan membantu dalam masalah financial keuanganku (ketika dihitung-hitung hampir + 17.900.000,- aku menghabiskan uang dimasa kuliahku…subhanallah belum termasuk jajan dan kebutuhan sehari-hari). Semoga amal baik mereka semua dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: