TENTANG PBB AB (2)

ABA-ABA

Pengertian

Aba-aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang pelatih/komandan kepada pasukan untuk dilaksanakan secara serentak atau berturut-turut.

Aba-aba terdiri dari 3 bagian dengan urutan:

  1. aba-aba petunjuk
  2. aba-aba peringatan
  3. aba-aba pelaksanaan

Aba-aba petunjuk digunakan hanya jika perlu saja, untuk menegaskan maksud dari aba-aba peringatan/pelaksanaan.

Contoh:

1)      Untuk perhatian, istirahat ditempat … GERAK

2)      Untuk istirahat, bubar … JALAN

3)      Jika aba-aba ditujukan khusus terhadap salahsatu bagian dari seluruh pasukan: Regu 2, siap … GERAK

4)      Sebagai pengetahuan –didalam upacara, aba-aba petunjuk pada penyampaian penghormatan terhadap seseorang cukup menyebutkan jabatan orang yang diberi hormat itu  saja tanpa menyebutkan eselon satuan yang lebih tinggi.

Contoh: Kepada Kepala Staf Angkatan Darat, hormat … GERAK

Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanaklan tanpa ragu-ragu.

Contoh:

1)      Lencang kanan … GERAK

2)      Istirahat di tempat … GERAK

Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.

Aba-aba pelaksanakan yang digunakan adalah

a)      GERAK

Adalah untuk gerakan-gerakan tanpa meninggalkan tempat yang menggunakan kaki dan gerakan-gerakan yang menggunakan anggota tubuh lain, baik dalam keadaan jalan maupun berhenti.

Contoh:

1)      Jalan ditempat … GERAK

2)      Siap … GERAK

3)      Hadap kanan … GERAK

4)      Hormat kanan … GERAK

5)      Pundak kiri senjata … GERAK (sedang berjalan dari sandang senjata)

6)      Hormat … GERAK

b)      JALAN

Adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.

Contoh:

1)      Haluan kanan/kiri … JALAN

2)      Dua langkah ke depan … JALAN

3)      Tiga langkah ke kanan … JALAN

4)      Satu langkah ke belakang … JALAN

Catatan:

Bila gerakan meninggalkan tempat tersebut tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba pelaksanaan harus didahului dengan aba-aba peringatan: Maju …

Contoh:

1)      Maju … JALAN

2)      Haluan kanan/kiri maju … JALAN

3)      Hadap kanan/kiri maju … JALAN

4)      Melintang kanan/kiri maju … JALAN

c)      MULAI

Adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.

Contoh:

1)      Hitung … MULAI

2)      Berbanjar/bersaf kumpul … MULAI

Cara memberi aba-aba:

  1. Pada waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba pada dasarnya harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan.
  2. Apabila aba-aba yang diberikan itu berlaku pula untuk si pemberi aba-aba, maka pada saat memberi aba-aba tidak menghadap pasukan.

Contoh:

Saat Komandan Upacara (Dan Up) mengistirahatkan pasukan untuk menerima amanat dari Inspektur Upacara (Irup): Untuk amanat, istirahat ditempat … GERAK

  1. Dalam rangka menyiapkan pasukan pada saat Irup memasuki lapangan upacara dan setelah amanat Irup selesai , Dan Up tidak menghadap pasukan.
  2. Pada taraf permulaan latihan , aba-aba yang ditujukan kepada pasukan yang sedang bergerak (berjalan/berlari), aba-aba pelaksanaannya harus selalu bertepatan dengan jatuhnya salahsatu kaki tertentu yang pelaksanaan geraknya dilakukan dengan tambahan : satu langkah pada waktu berjalan atau tiga langkah pada waktu berlari.

Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dapat diberikan bertepatan dengan jatuhnya kaki yang berlawanan yang pelaksanaan gerakannya dilakukan dengan tambahan dua langkah  pada waktu berjalan atau empat langkah pada waktu berlari, kemudian berhenti atau maju  dengan mengubah bentuk dan arah pada pasukan.

  1. Semua aba-aba diucapkan dengan suara nyaring, tegas dan bersemangat
  2. Pemberian aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.
  3. Pemberian aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya pasukan. Aba-aba pelaksanaan senantiasa diucapkan  deengan cara yang di“hentakkan”.
  4. Waktu antara aba-aba peringatan dengan aba-aba pelaksanaan diperpanjang sesuai dengan besar kecilnya pasukan dan atau tingkatan perhatian pasukan  (konsentrasi perhatian). Dilarang memberikan keterangan-keterangan lain di sela-sela aba-aba pelaksanaan.
  5. Bila ada suatu bagian aba-aba yang diperlukan pembetulan, maka dikeluarkan perintah “ulangi”.

Contoh:

Dua langkah ke kanan … Ulangi … Satu langkah ke kanan … JALAN

  1. Gerakan yang tidak termasuk aba-aba tetapi yang harus dijalankan pula, dapat diberikan petunjuk-petunjuk dengan suara yang nyaring, tegas dan bersemangat.

Biasanya dipakai pada waktu di lapangan, misal: MAJU, IKUT, BERHENTI, LURUSKAN, LURUS.

CARA MELATIH BERHIMPUN

Jarak

3 langkah

Bila seorang pelatih/komandan ingin mengumpulkan anggota pasukannya secara bebas, maka ia memberikan aba-aba: Berhimpun … MULAI. Semua anggota datang di depan pemberi aba-aba dengan berdiri bebas dengan jarak tiga langkah.

Formasi Berhimpun, bentuknya mengikat, jumlah saf tidak mengikat

Pelaksanaan

a)      Pada waktu aba-aba peringatan, seluruh anggota mengambil sikap sempurna dan menghadap kepada yang memberi aba-aba.

b)      Pada aba-aba pelaksanaan seluruh anggota mengambil sikap untuk lari selanjutnya lari menuju di depan pemberi aba-aba dengan jarak tiga langkah..

c)      Pada waktu datang di depan pemberi aba-aba mengambil sikap sempurna kemudian mengambil sikap istirahat.

d)     Setelah aba-aba “SELESAI”, seluiruh anggota mengambil sikap sempurna, balik kanan dan selanjutnya menuju tempat masing-masing.

e)      Pada saat datang didepan pemberi aba-aba serta kembalinya, tidak menyampaikan penghormatan.

f)       Bila bersenjata, pada aba-aba peringatan seluruh anggota mengambil sikap sempurna  dan pada saat aba-aba pelaksanaan terlebih dahulu melakukan depan senjata selanjutnya lari menuju ke depan pemberi aba-aba.

CARA MELATIH BERKUMPUL

Pada dasarnya berkumpul selalu dilakukan dengan bersaf, kecuali jika keadaan ruang tidak memungkinkan.

Aba-aba: “Bersaf, kumpul … MULAI!”

Pelaksanaan:

a)      Komandan/pelatih menunjuk seorang anggota unttuk berdiri kurang lebih 4 langkah didepannya, sebagai penjuru. Perintahnya sebagai berikut, misal: “Thalib ‘Izzuddin sebagai penjuru!” (Thalib = panggilan untuk anggota Pandu SIT putera, bernama ‘Izzuddin).

b)      Anggota yang ditunjuk sebagai penjuru mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada pemberi perintah, selanjutnya mengulangi perintah sbb: “Siap, Thalib “Izzuddin sebagai penjuru”.

c)      Penjuru mengambil sikap untuk berlari kemudian berlari menuju pemberi perintah. Apabila bersenjata, mengambil sikap depan senjata kemudian berlari menuju pemberi perintah, langsung pundak kiri senjata.

d)     Pada waktu aba-aba bersaf/ berbanjar kumpul, maka seluruh anggota lainnya mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh pada pemberi aba-aba.

e)      Pada aba-aba pelaksanaan: “MULAI”, anggota lainnya dengan serentak mengambil sikap lari dan berlari menuju disamping kiri/belakang penjuru secara berturut-turut. Selanjutnya penjuru memberi isyarat: “LURUSKAN”, anggota secara berturut-turut meluruskan diri.

f)       Cara meluruskan diri ke samping (jika bersaf) sbb: Meluruskan lengan kanan ke samping kanan dengan tangan digenggam disentuhkan bahu kiri orang di sebelah kanannya, punggung tangan menghadap ke atas. Kepala dipalingkan ke kanan dan meluruskan diri, hingga dapat melihat dada orang-orang di sebelah kanannya. Penjuru yang ditunjuk pada waktu berkumpul melihat ke kiri, setelah barisan terlihat lurus maka penjuru memberikan isyarat dengan mengucapkan: “LURUS”, lengan diturunkan serempak sambil mengembalikan pandangan ke arah depan. Bila bersenjata, maka senjata dari pundak kiri ditegakkan secara serempak

g)      Cara meluruskan diri ke depan (jika berbanjar) sbb: Meluruskan lengan kanannya ke depan dengan tangan digenggam, punggung tangan menghadap ke atas dan mengambil jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada di depannya serta meluruskan diri ke depan. Setelah orang yang paling belakang/banjar kanan yang paling belakang melihat barisannya sudah lurus maka ia memberikan isyarat dengan mengucapkan: “LURUS”. Pada isyarat ini serentak menurunkan lengan kanan dan kembali ke sikap sempurna.

h)      Apabila bersenjata, maka setelah menegakkan tangan kanannya kemudian dengan serentak tegak senjata.

Catatan: bila lebih dari 9 orang selalu berkumpul dalam bersaf tiga atau berbanjar tiga. Kalau kurang dari 9 orang menjadi bersaf/berbanjar satu. Meluruskan ke depan hanya digunakan dalam bentuk berbanjar

i)        Penunjukkan penjuru tidak berdasarkan kepangkatan.

MELATIH MENINGGALKAN BARISAN

Apabila pelatih/komandan memberikan perintah kepada seseorang dari barisannya, terlebih dahulu ia memanggil orang itu keluar barisan dan memberikan perintahnya setelah orang itu dalam telah berdiri keadaan sikap sempurna. Orang yang menerima perintah ini harus mengulangi perintah tersebut sebelum melaksanakan perintah itu dengan semangat.

Tata cara keluar barisan:

  1. Bila pasukan bersaf

1)      Untuk saf depan, tidak perlu balik kanan tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.

2)      Untuk saf tengah dan belakang, balik kanan kemudian melalui belakang saf paling belakang, selanjutnya memilih jalan terdekat menuju arah pemanggil.

3)      Untuk orang yang berada di ujung kanan atau kiri tanpa balik kanan langsung menuju arah yang memanggil (termasuk saf  tengah: 2, 3, …).

  1. Bila pasukan berbanjar

1)      Untuk saf depan, tidak perlu balik kanan tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.

2)      Untuk saf dibelakang saf pertama, untuk banjar tengah setelah balik kanan kemudian melalui belakang safnya sendiri, selanjutnya memilih jalan terdekat menuju arah pemanggil. Untuk banjar kanan/kiri tanpa balik kanan terus memilih jalan yang terdekat menuju arah yang memanggil.

Cara menyampaikan laporan  apabila anggota pasukan dipanggil  ketika sedang dalam barisan:

1)      Pelatih/komandan memanggil seorang anggotanya yang bernama Qisthi: “Tholibah Qisthi tampil ke depan !”. Kemudian Tholibah Qisthi menjawab dalam posisi sikap sempurna: “Siap, tholibah Qisthi tampil ke depan”, kemudian keluar barisan dengan tatacara keluar barisan dan menghadap 4-6 langkah  didepan pemanggil.

2)      Kemudian mengucapkan: “Lapor, siap menghadap”. Selanjutnya menunggu perintah.

3)      Setelah menerima perintah/petunjuk, ia mengulangi perintah tersebut.

Contoh                        : “Berikan aba-aba di tempat!”

Mengulangi     : ”Berikan aba-aba di tempat”.

Selanjutnya melaksanakan perintah yang diberikan oleh pemanggil, yaitu memberikan aba-aba ditempat.

4)      Setelah selesai melaksanakan perintah/petunjuk kemudian menghadap 4-6 langkah di depan pemberi perintah/yang memanggil dan mengucapkan: “Memberikan aba-aba ditempat telah dilaksanakan , laporan selesai”.

5)      Setelah mendapat perintah: “Kembali ke tempat!”, anggota tersebut mengulangi perintah kemudian balik kanan dan kembali ke tempat.

Bila waktu dalam barisan ada salah seorang anggota yang akan meninggalkan barisan, terlebih dulu ia mengambil sikap sempurna kemudian mengangkat lengan kiri ke atas dengan jari-jari terbuka rapat.

Contoh: seorang anggota mengangkat tangan,

Pelatih/komandan bertanya     : “Ada apa?”

Anggota menjawab                 : “Ke belakang”

Pelatih/komandanmemutuskan: “Baik, lima menit kembali!”

Anggota tsb mengulangi         : “Lima menit kembali”

Setelah mendapat ijin, ia keluar dari barisan, selanjutnya menuju tempat sesuai keperluannya. Bila keperluannya selesai, maka ia menghadap pelatih/komandannya dan melapor sbb: “Lapor, ke belakang selesai, laporan selesai”. Setelah ada perintah: “Masuk barisan!”, maka ia mengulangi perintah: “Masuk barisan”, kemudian balik kanan dan kembali masuk barisan pada posisinya semula.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: